Pemkot Surabaya Gelar Pelatihan Memasak Bagi Perempuan Disabilitas

pemkot-surabaya-gelar-pelatihan-memasak-bagi-perempuan-disabilitas
Sindikat Post, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak), menggelar pelatihan memasak bagi perempuan disabilitas di Gedung Wanita Chandra Kencana, Surabaya, Jumat (8/12/2023).pemkot-surabaya-gelar-pelatihan-memasak-bagi-perempuan-disabilitas

Pelatihan memasak tersebut, diikuti sekitar 50 orang perempuan disabilitas yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Surabaya.

Ketua Forum PUSPA Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap perempuan disabilitas yang memiliki potensi dan kemampuan dalam bidang ekonomi.

“Kegiatan ini untuk memberikan perhatian pada peningkatan partisipasi perempuan disabilitas sesuai kemampuannya dari wilayah masing-masing kelurahan dan kecamatan di Kota Surabaya dalam bidang ekonomi,” kata Rini Indriyani saat membuka pelatihan tersebut.pemkot-surabaya-gelar-pelatihan-memasak-bagi-perempuan-disabilitas

Menurutnya, perempuan disabilitas perlu diberikan pemberdayaan secara khusus. Ini diharapkan agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidup, mandiri, sekaligus mampu mengaktualisasi diri dan berpartisipasi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Perempuan disabilitas adalah perempuan dengan kondisi spesial dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan Gender. Mereka perlu diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya,” ujar Bunda Rini, sapaan lekatnya

Bunda Rini juga menjelaskan, bahwa pelatihan memasak kali ini, meliputi beberapa materi. Di antaranya yakni, materi dasar memasak, pemaketan atau pengemasan produk hingga strategi pemasaran.pemkot-surabaya-gelar-pelatihan-memasak-bagi-perempuan-disabilitas

“Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2023,” paparnya.

Bunda Rini berharap, kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi perempuan disabilitas untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dalam bidang ekonomi.

“Sehingga mereka diharapkan mampu mengaktualisasi diri dan berpartisipasi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga,” pungkas dia.@Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page