Polri Presisi Untuk Negeri, Antara Ilusi dan Realita

Polri Presisi Untuk Negeri, Antara Ilusi dan Realita
Sindikat Post, Surabaya – Polri Presisi untuk negri antara ilusi dan realita. Masyarakat merindukan sosok polri yang merakyat. Perlu digaris bawahi, ketika harapan masyarakat (Pelapor/pencari keadilan) tidak sesuai dengan kenyataannya, apa yang terjadi, pasti akan berbuah kekecewaan.

Rangkaian demi rangkaian kekecewaan bagaikan virus akhirnya timbul jargon (no viral no justice). Bila tidak terobati secara profesional maka akan menjadi sebuah preseden buruk bagi institusi polri untuk kedepannya.

Pupuslah harapan, tanpa sebuah harapan, hilang sebuah kepercayaan, mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada polisi tidak mudah, tidak gampang, perlu daya upaya untuk membangun sebuah sistem, salah satunya adalah profesionalisme, presisi polri untuk negeri.

Polri Presisi Untuk Negeri, Antara Ilusi dan Realita

Polri salah satu pilar tegaknya NKRI, mewujudkan harapan masyarakat menjadi kenyataan, kreatif, inovatif, cepat, tepat, akurat, akuntabel, informatif dan mudah diakses.

Pemimpin Polri (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo adalah sosok jenderal istimewa, bagaikan sang rajawali, yang mampu terbang mengangkasa kemana mana, tegas dalam penegakkan hukum kepada anggota Polri yang bermental bejat dan arogan serta mencederai rasa keadilan bagi masyarakat, sederhana, santun, tidak hedonisme.

Kapolri bisa dijadikan ikon polisi yang berhati nurani, dalam hidup ataupun kehidupannya sebagai polisi mampu memaknai hidup untuk membangun kehidupan bagi institusi yang dipimpinnya dan masyarakat yang dilayaninya

Polri berdasarkan UU No 02 Tahun 2002 adalah sipil yang dipersenjatai. polri adalah alat negara, maka polri adalah bagian dari pemerintah.

Polri Presisi Untuk Negeri, Antara Ilusi dan RealitaKapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan Jargonnya PRESISI apa itu PRESISI?. Prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan, yang mana tidak usah njlimet, mbulet dan mencari cari kesalahan kesalahan dari masyarakat dengan dalih penegakkan hukum.

Masyarakat sekarang sudah cerdas dunia maya, sosmed bertebaran dimana – mana. Polisi kalau sudah tidak dipercaya oleh masyarakat, citra negatif atas kelembagaan penegakkan hukum maka keberadaan polri bagaikan telor diujung tanduk.

Polri harus sejalan dengan amanah rakyat, polisi harus bisa memanusiakan manusia. Telah banyak pengaduan pengaduan laporan laporan dari masyarakat yang merasa tidak terlayani dengan baik, masyarakat laporan maka akan diterbitkan LP (Laporan Polisi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page