Ketua ASEAN BAC Buka Borneo Business Roundtable di Hotel Sultan Jakarta

ketua-asean-bac-buka-borneo-business-roundtable-di-hotel-sultan-jakarta

“Sebagai pemimpin, CEO, dan para pemangku kepentingan, kita mengemban tanggung jawab untuk menghasilkan suatu lingkungan yang pertumbuhannya inklusif untuk semua, serta melakukan kerja sama melampaui batas-batas negara.”

Borneo Business Roundtable mencapai suatu kesepakatan bernama Borneo Economic Community. “Untuk apa kesepakatan bersama? Untuk melihat apa saja kekuatan yang ada di Borneo. Ini adalah kerja sama dalam suatu pulau yang terbesar di dunia,” ujar Arsjad, seraya menambahkan selain itu, pertemuan juga menyepakati bahwa salah satu epicentrum of growth ada di Borneo, yakni di IKN.

Sementara Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang mengatakan, mewakili para gubernur yang memimpin pemerintahan di pulau Kalimantan, ia sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dengan menggagas Borneo Business Roundtable.

Kegiatan ini sangat banyak manfaatnya, khususnya bagi masyarakat yang ada di Pulau Borneo. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membawa kemakmuran dan kemajuan, khususnya di wilayah Pulau Kalimantan, termasuk di Brunei dan Malaysia,” ujarnya.ketua-asean-bac-buka-borneo-business-roundtable-di-hotel-sultan-jakarta

Deputi Investasi dan Pendanaan Otorita IKN (OIKN) Agung Wicaksono menambahkan, terdapat tiga hal yang sangat penting dari Borneo Business Roundtable. Pertama, inilah kali pertama dalam sejarah di dunia ada ibu kota yang dipindahkan ke pulau lain. Yang pernah terjadi adalah ibu kota dipindahkan ke lokasi lain tetapi masih di satu daratan. “Ibu kota Indonesia pindah ke Borneo, artinya ini sangat bersejarah,” jelasnya.

Kedua, menurut Agung, Borneo adalah paru-paru dunia yang menjaga iklim. Karena itu, konsep IKN adalah kota hutan, smart sustainable forest city.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page