BKKBN Jatim dan 250 Remaja Se-Jawa Timur Lakukan Aksi Remaja Bantu Keluarga Dalam Acara Kemah Akbar Genre Jatim

BKKBN Jatim dan 250 Remaja Se-Jawa Timur Lakukan Aksi Remaja Bantu Keluarga Dalam Acara Kemah Akbar Genre Jatim
Sindikat Post, Malang – Dalam rangka meningkatkan promosi program GenRe, sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI, Hari Pramuka, dan Hari Remaja Internasional, Perwakilan BKKBN Jatim menyelenggarakan Kegiatan Kemah Akbar Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 yang mengusung tema “Partisipasi dan Kolaborasi Remaja Jawa Timur Cegah Stunting”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak hari ini (17/8) hingga tanggal 19 Agustus 2023 dan bertempat di Camping Ground Dusun Sahabat Alam (D’Sa), Karang Ploso, Kabupaten Malang.BKKBN Jatim dan 250 Remaja Se-Jawa Timur Lakukan Aksi Remaja Bantu Keluarga Dalam Acara Kemah Akbar Genre Jatim

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelaksanaan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling kesehatan reproduksi dan seksual, gizi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan Program Bangga Kencana di kalangan remaja. Peserta kegiatan merupakan remaja perwakilan dari kontingen Kabupaten/Kota masing-masing berjumlah 5 (lima) orang dengan rincian 1 orang Ketua Insan GenRe Kabupaten/Kota, 1 orang Duta GenRe Desa yang sudah dikukuhkan, 1 orang Ketua Saka Kencana Kabupaten/Kota, 1 orang Ketua CoE PIK-Remaja Kabupaten/Kota, dan 1 orang dari komunitas remaja beresiko tinggi (Risti) atau komunitas lainnya.BKKBN Jatim dan 250 Remaja Se-Jawa Timur Lakukan Aksi Remaja Bantu Keluarga Dalam Acara Kemah Akbar Genre Jatim

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Dra. Maria Ernawati, MM yang didampingi oleh Pembina Program KSPK, Yuni Dwi Tjadikijanto sebagai Ketua Panitia. Dalam sambutannya, Erna berharap bahwa peserta remaja nantinya menjadi penerus bangsa yang lebih baik atau memiliki daya saing yang kuat baik di taraf nasional maupun internasional. Harapan ini tentu tidak bisa lepas dari  permasalahan yang dihadapi saat ini, yaitu permasalahan stunting yang mana anak mengalami kondisi gagal tumbuh baik dalam kandungan maupun sampai usia 2 tahun.

Oleh sebab itu, Erna mengajak seluruh remaja yang hadir untuk bersama menurunkan angka stunting dengan mulai dari diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page