Kris Dayanti Dorong Dunia Kerja Bebas dari Kekerasan Seksual

kris-dayanti-dorong-dunia-kerja-bebas-dari-kekerasan-seksual
Sindikat Post, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Kris Dayanti mendorong agar dunia kerja bebas dari kekerasan seksual. Hal tersebut menyusul adanya dugaan pelecehan seksual yang diterima para finalis Miss Universe Indonesia. kris-dayanti-dorong-dunia-kerja-bebas-dari-kekerasan-seksual

Perempuan yang akrab disapa KD itu menekankan, ajang kontes kecantikan atau beauty pageant harus menjunjung tinggi harkat martabat seorang perempuan. “Ajang kontes kecantikan bagi wanita Indonesia adalah sebuah kesempatan untuk mengekspresikan karya dan prestasi, maka harus menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma budaya Indionesia di ajang international sesuai harkat dan martabat perempuan,” kata KD dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/8/2023).kris-dayanti-dorong-dunia-kerja-bebas-dari-kekerasan-seksual

Miss Universe Indonesia 2023 menjadi sorotan dunia internasional usai mencuat adanya dugaan kasus pelecehan seksual. Dugaan pelecehan tersebut terkait skandal pemotretan telanjang ketika para finalis diminta mengikuti sesi body checking.

Setidaknya sudah ada sekitar 11 finalis yang melaporkan tindakan body checking tersebut ke pihak polisi. Dalam pengakuan mereka, finalis Miss Universe Indonesia diminta untuk melakukan pemeriksaan tubuh atau body checking dalam kondisi tanpa busana di mana dalam ruangan juga terdapat sejumlah pria dan terekam CCTV.

Saat body checking itu para finalis juga dipotret dalam kondisi tanpa busana, padahal sejak awal penyelenggaraan kontes tidak ada kegiatan pemeriksaan tubuh yang dijadwalkan secara resmi. Diketahui, para finalis telah menunjukkan ketidaknyamanan mereka namun body checking tetap dilakukan oleh penyelenggara.

KD mengecam tindakan tersebut apalagi ada pihak yang merekam saat finalis telanjang. Bahkan ada oknum yang melakukan body shaming yang diduga dilakukan oleh sesama perempuan.

“Perempuan harus bisa menjaga dan membela kehormatan sesama perempuan. Kalau kita sendiri saja tidak saling menjaga, bagaimana kita bisa berjuang di luar kaum perempuan? Jika terbukti dugaan ini, sungguh sangat memprihatinkan dan tidak boleh lagi terjadi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page