Gerakan Menanam 11 Ribu Tanaman Obat BPOM Dapat Apresiasi Dari Muri

gerakan-menanam-11-ribu-tanaman-obat-bpom-dapat-apresiasi-dari-muri
Sindikat post, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED), BPOM dorong keberlangsungan pelestarian lingkungan dengan menginisiasi Gerakan Menanam 11.000 Tanaman Obat di seluruh Indonesia. Penanaman secara simbolis dilakukan oleh Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito di halaman Kantor BPOM RI pada Minggu (16/07/2023).

gerakan-menanam-11-ribu-tanaman-obat-bpom-dapat-apresiasi-dari-muri

Bersamaan dengan penanaman di Jakarta, kegiatan penanaman juga dilakukan serentak bersama Balai Besar/Balai/Loka POM yang berada di 73 titik dengan melibatkan lintas sektor di daerah. Gerakan ini merupakan bentuk kontribusi nyata pengurangan pemanasan global dan permasalahan iklim di Indonesia.

Beberapa tanaman yang menjadi pilihan dalam gerakan penanaman ini di antaranya mengkudu (Morinda citrifolia L), pala (Myristica fragrans), kayu putih (Melaleuca leucadendra), kelor (Moringa oleifera), serta lidah buaya (Aloe vera). Tanaman-tanaman tersebut tak hanya memiliki manfaat sebagai obat tetapi juga bernilai ekonomi tinggi untuk memenuhi permintaan ekspor yang tinggi dari luar negeri.

Selain beberapa tanaman obat pilihan tersebut, pada beberapa daerah juga ditanam jeruk nipis (Citrus aurantifolia), alpukat (Persea americana Mill., P. gratissima Gaertn.), cengkeh (Syzygium aromaticum), dan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang disaksikan langsung secara daring. Seluruh tanaman obat yang ditanam serentak pada hari ini berjumlah 11.273 tanaman.

gerakan-menanam-11-ribu-tanaman-obat-bpom-dapat-apresiasi-dari-muri

Untuk itu, Gerakan Menanam Lebih dari 11.000 Tanaman Obat ini mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Penanaman Tanaman Obat Terbanyak Secara Serentak. Penghargaan ini tentunya menjadi inspirasi bagi BPOM untuk terus peduli terhadap lingkungan dan terus meningkatkan kinerja pengawasan terhadap industri obat dan makanan agar konsisten menerapkan sistem produksi dan pengolahan limbah produksi yang ramah lingkungan.

“Hari Lingkungan Hidup memberikan kesempatan bagi kita untuk merefleksikan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam,” tutur Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito saat memberikan sambutannya.

WED sendiri diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Di tahun 2023, tema WED yang diusung adalah Beat Plastic Pollution atau Meminimalkan Polusi Plastik dengan mengurangi penggunaan bahan plastik atau upaya melakukan daur ulang plastik. Peringatan ini membawa pesan bagi masyarakat dunia agar peduli dan mengambil langkah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Semangat WED 2023 juga mengisyaratkan agar semua sektor mengambil peran dalam gerakan global untuk mengurangi penggunaan produk atau kemasan plastik yang dapat membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan manusia.

gerakan-menanam-11-ribu-tanaman-obat-bpom-dapat-apresiasi-dari-muri

“Untuk itu, penanaman tanaman obat pada hari ini memiliki peran yang strategis. Tak hanya sebagai penghijauan dan perlindungan terhadap dampak polusi, tetapi juga  bagi ekonomi bangsa,” lanjut Kepala BPOM.

Selain Kepala BPOM, turut hadir dan melakukan penanaman secara simbolis yaitu Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia; Pimpinan MURI, Andre Purwandono; perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. Lintas sektor lain yang juga hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut adalah perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta asosiasi pelaku usaha, yaitu Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI).

“Mari kita bersama-sama, semua entitas dan masyarakat harus berkontribusi terhadap permasalahan yang ada saat ini. Terlebih kita bergerak di dunia industri yang sangat berisiko terhadap dampak di lingkungan, kita harus ikut tercebur melakukan hal yang aktif dan positif untuk melindungi lingkungan,” seru Kepala BPOM mengakhiri kegiatan hari ini. @Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page