Giat Arzeti Bilbina dan BKKBN Jatim di SMAN 4 Sidoarjo

Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur

20220829 081848 scaled
Sindikat Post, Sidoarjo – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ( BKKBN Jatim ) bersama mitra Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, SE, M.AP, menggelar Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur, di SMAN 4 Sidoarjo, Jl. Raya Suko, Sidoarjo. Senin (29/8/2022).

giat-arzeti-bilbina-dan-bkkbn-jatim-di-sman-4-sidoarjoHadir dalam kegiatan ini Kaper BKKBN Jatim Dra. Maria Ernawati MM., diwakili oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur: Koordinator Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi / ADPIN Dra. Sofia Hanik, MM., anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, SE, M.AP., BKKBN Pusat: Kepala Biro Sumber Daya Manusia BKKBN RI Viktor Hasiholan Siburian, SE, M.Si., Kepala Dinas PPPA dan KB Kab. Sidoarjo Ainun Amalia, S.Sos.

Arzeti Bilbina menjelaskan terkait pentingnya 1000 HPK dalam mencegah dan menurunkan stunting.

giat-arzeti-bilbina-dan-bkkbn-jatim-di-sman-4-sidoarjo“Mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak. Itu artinya, Bunda sudah harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal kehamilan. Stunting dapat terjadi sejak kehamilan jika terjadi hambatan pertumbuhan pada janin dalam kandungan,” jelas Arzeti Bilbina.

Pastikan asupan makanan ibu hamil tercukupi agar janin berkembang dengan baik. Apabila asupan makanan ibu cukup dan tidak ada penyulit lain, umumnya janin akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Kecukupan asupan makanan ini, nantinya dapat dilihat dengan pertambahan berat janin yang sesuai dengan usia kehamilan.

“Pencegahan stunting kemudian berlanjut ke periode menyusui. Bunda harus mengerti tentang cara pemberian ASI yang benar, agar anak tidak mengalami kurang gizi khususnya gizi buruk. Dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI yang benar untuk mendukung tumbuh kembang anak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Viktor juga menjelaskan tentang Program Prioritas Nasional di bidang KSPK yaitu 1. Jumlah Keluarga dengan baduta yang mendapatkan fasilitasi pembinaan 1000 HPK sejumlah 1.474.500 Keluarga, 2. Jumlah Kelompok BKL yang mendapat fasilitasi pembinaan Pelayanan Ramah Lansia sejumlah 1.360 Kelompok BKL,

giat-arzeti-bilbina-dan-bkkbn-jatim-di-sman-4-sidoarjo3. Jumlah PIK Remaja dan BKR yang mendapat fasilitasi pembinaan Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai Calon Ibu sejumlah 3.920 PIK Remaja dan BKR dan 4. Jumlah Kelompok UPPKA percontohan di Kampung KB  yang mendapat fasilitasi  pemberdayaan ekonomi keluarga sejumlah 114 Kelompok UPPKA.

Pada kesempatan itu pula, Ainun menyampaikan harapannya untuk memaksimalkan peran TPK dalam melaksanakan tugasnya memberikan edukasi dan fasilitasi serta mendampingi keluarga beresiko stunting dengan harapan keluarga-keluarga tersebut bisa terbebas dari stunting yang pada akhirnya berdampak pada tercegahnya kasus stunting baru di Jawa Timur. @Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *