Sosialisasi Stunting, BKKBN Jatim dan Yahya Zaini di Balai Desa Jatigeneng Mojokerto

Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur bersama Mitra Kerja Tahun 2022

sosialisasi-stunting-bkkbn-jatim-dan-yahya-zaini-di-balai-desa-jatigeneng-mojokerto
Sindikat Post, Mojokerto – BKKBN Jatim dan anggota Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, S.H., menggelar Promosi KIE Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bersama mitra kerja di Balai Desa Jatigeneng, Kec. Jatirejo, Mojokerto. Minggu (28/08/22)

20220828 144954 scaledHadir sebagai narasumber, anggota Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, S.H., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati M.M. diwakili Koordinator Bidang Dalduk (Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim) Uni Hidayati ST, MM, Kabid Pembinaan KB Kab. Mojokerto Drs. Abdul Kholiq Nurdwiyanto,MM.

Dalam sambutannya Yahya Zaini mengajak masyarakat terkait idealnya setiap calon pengantin, pencegahan stunting harus dilakukan sejak tiga bulan sebelum menikah dan wajib memeriksakan kesehatannya.

sosialisasi-stunting-bkkbn-jatim-dan-yahya-zaini-di-balai-desa-jatigeneng-mojokerto“Berdasarkan Pasal 19 RUU Ketahanan Keluarga, pendampingan dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terdiri dari bimbingan dan pemeriksaan kesehatan pra perkawinan. Dan pasal 21 RUU Ketahanan Keluarga Bimbingan pra perkawinan tersebut dapat berupa kursus dengan materi. Antara lain yang memuat tentang tujuan dan fungsi keluarga, kewajiban dan hak suami istri, kesehatan reproduksi, keharmonisan keluarga, pendidikan dan pengasuhan Anak, manajemen keuangan rumah tangga, dan wirausaha keluarga,” ujar Yahya.

“Adanya lembaga agama yang menangani kursus pra nikah sebagai syarat untuk pendaftaran nikah,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama Uni Hidayati juga menjelaskan bahwa ada yang mendampingi seperti tim pendamping keluarga (TPK), bidan dan yang lainnya, Pemeriksaan kesehatan ini bisa dilakukan dimana saja.

“10 kesiapan yang perlu dimiliki sebelum menikah adalah Kesiapan Usia, Kesiapan Fisik, Kesiapan Finansial, Kesiapan Mental, Kesiapan Emosi, Kesiapan Sosial, Kesiapan Moral, Kesiapan Interpersonal, Keterampilan Hidup, dan Kesiapan Intelektual,” ujarnya.

sosialisasi-stunting-bkkbn-jatim-dan-yahya-zaini-di-balai-desa-jatigeneng-mojokerto“BKKBN meluncurkan aplikasi Elsimil. Elsimil merupakan singkatan dari Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil. Aplikasi ini berguna untuk mendeteksi lebih awal terhadap potensi bayi yang akan dilahirkan dengan melihat kodisi calon pasangan pengantin,” imbuhnya.

“Harapannya, faktor risiko yang dapat melahirkan bayi stunting pada calon pengantin (Catin)/calon pasangan usia subur (PUS) bisa teridentifikasi lebih dini dan dihilangkan sebelum menikah dan hamil,” ujar Abdul. @Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *