BKKBN Jatim dan Jazilul Fawaid Gelar Sosialisasi Stunting di Gedung TPQ Kemantren Lamongan

Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur bersama Mitra Kerja Tahun 2022

bkkbn-jatim-dan-jazilul-fawaid-gelar-sosialisasi-stunting-di-gedung-tpq-kemantren-lamongan
Sindikat Post, Lamongan – BKKBN Jatim dan anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q., MA., menggelar Promosi KIE Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bersama mitra kerja di Gedung TPQ Kemantren, Paciran, Lamongan. Sabtu (20/08/22)

bkkbn-jatim-dan-jazilul-fawaid-gelar-sosialisasi-stunting-di-gedung-tpq-kemantren-lamonganHadir sebagai narasumber, anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q., MA., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dra. Maria Ernawati M.M. diwakili Koordinator ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi jatim Dra. Sofia Hanik, MM, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Lamongan Didik Sugiarto, SH, MM.

Dalam sambutannya Jazilul mengajak masyarakat terkait idealnya setiap calon pengantin, pencegahan stunting harus dilakukan sejak tiga bulan sebelum menikah dan wajib memeriksakan kesehatannya.

bkkbn-jatim-dan-jazilul-fawaid-gelar-sosialisasi-stunting-di-gedung-tpq-kemantren-lamongan“Berdasarkan Pasal 19 RUU Ketahanan Keluarga, pendampingan dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terdiri dari bimbingan dan pemeriksaan kesehatan pra perkawinan. Dan pasal 21 RUU Ketahanan Keluarga Bimbingan pra perkawinan tersebut dapat berupa kursus dengan materi. Antara lain yang memuat tentang tujuan dan fungsi keluarga, kewajiban dan hak suami istri, kesehatan reproduksi, keharmonisan keluarga, pendidikan dan pengasuhan Anak, manajemen keuangan rumah tangga, dan wirausaha keluarga,” ujar Jazilul.

“Adanya lembaga agama yang menangani kursus pra nikah sebagai syarat untuk pendaftaran nikah,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama Ibu Sofia juga menjelaskan bahwa ada yang mendampingi seperti tim pendamping keluarga (TPK), bidan dan yang lainnya, Pemeriksaan kesehatan ini bisa dilakukan dimana saja.

“10 kesiapan yang perlu dimiliki sebelum menikah adalah Kesiapan Usia, Kesiapan Fisik, Kesiapan Finansial, Kesiapan Mental, Kesiapan Emosi, Kesiapan Sosial, Kesiapan Moral, Kesiapan Interpersonal, Keterampilan Hidup, dan Kesiapan Intelektual,” ujarnya.

bkkbn-jatim-dan-jazilul-fawaid-gelar-sosialisasi-stunting-di-gedung-tpq-kemantren-lamongan“BKKBN meluncurkan aplikasi Elsimil. Elsimil merupakan singkatan dari Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil. Aplikasi ini berguna untuk mendeteksi lebih awal terhadap potensi bayi yang akan dilahirkan dengan melihat kodisi calon pasangan pengantin,” imbuhnya.

“Harapannya, faktor risiko yang dapat melahirkan bayi stunting pada calon pengantin (Catin)/calon pasangan usia subur (PUS) bisa teridentifikasi lebih dini dan dihilangkan sebelum menikah dan hamil,” ujar Didik Sugiarto. @Red

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *