BKKBN Jatim Gelar Sosialisasi Stunting Bersama Abidin Fikri di Balai Desa Geger Bojonegoro

Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur bersama Mitra Kerja Tahun 2022

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-stunting-bersama-abidin-fikri-di-balai-desa-geger-bojonegoro
Sindikat Post, Bojonegoro – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ( BKKBN Jatim ) bersama mitra Komisi IX DPR RI bapak H. Abidin Fikri, S.H.,M.H menggelar Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur, di Balai Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro. Minggu (07/08/2022).

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-stunting-bersama-abidin-fikri-di-balai-desa-geger-bojonegoroHadir dalam kegiatan ini Kaper BKKBN Jatim Dra. Maria Ernawati MM., diwakili oleh Koordinator Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Sofia Hanik, MM., anggota Komisi IX DPR RI Bapak H. Abidin Fikri, S.H.,M.H diwakili Bapak Bambang Sutriyono DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala DP3AKB Kabupaten Bojonegoro Bapak Heru Sugiharto,SE.MM.

Sambutan anggota Bapak H. Abidin Fikri, S.H.,M.H diwakili Bapak Bambang Sutriyono DPRD Kabupaten Bojonegoro menjelaskan terkait, Stunting yang menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap pembangunan dimasa depan dan menghindari kehamilan 4 Terlalu untuk mencegah anak stunting.

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-stunting-bersama-abidin-fikri-di-balai-desa-geger-bojonegoroBapak Bambang Sutriyono, menaruh perhatian yg besar terhadap penanganan stunting di Bojonegoro. Faktor dalam perencanaan kehamilan atau dalam pengaturan kehamilan adalah memakai alat kontrasepsi (IUD, Kondom atau Pil), berkaitan dengan usia pernikahan. Jadi bagaimana pengaturan kehamilan itu dihubungkan dengan penundaan usia pernikahan, bagi kaum wanita usia ideal 21 tahun dan kaum pria usia ideal 25 tahun.

Usia matang untuk perempuan dalam tahapan mengandung, melahirkan, menggendong itu perlu mental dan fisik yang matang dan cukup dengan resiko kematian bayi dan ibu lebih kecil.

Pemerintah bersama DPR sudah membuat Undang-Undang suatu kependudukan no 52 tahun 2009, tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, dan sudah diterjemahkan berupa Perpres no 87 tahun 2014.

bkkbn-jatim-gelar-sosialisasi-stunting-bersama-abidin-fikri-di-balai-desa-geger-bojonegoroPeran BKKBN melalui Program Bangga Kencana untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui perencanaan di tiap tahap atau siklus kehidupan dengan baik. Antara lain Pendewasaan Usia Perkawinan dan Penyiapan Kehidupan Bagi Remaja melalui Program GenRe (Generasi Berencana).

Dalam kesempatan yang sama Ibu Sofia juga menjelaskan, Bagaimana menghindari kehamilan 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu rapat, terlalu banyak) ?. BKKBN mempunyai Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.

Bagaimana menyiapkan kehamilan dan merawat janin sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. Bagaimana pola pengasuhan anak yang baikĀ  melalui Bina Keluarga Balita dan Bina Keluarga Lansia.

Fungsi dari BKKBN dalam penurunan stunting adalah untuk melakukan intervensi sensitif melalui sosialisasi edukasi dan pendampingan terkait penyiapan kehidupan berkeluarga, pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi dan pengasuhan anak terutama pada periode krusial, yaitu 90 hari jelang nikah, 270 hari kehamilan hingga 730 hari pasca persalinan. @Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *