Sinergi Nihayatul Wafiroh dan BKKBN Jatim di Probolinggo Rumah Makan Dapur Padi

Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur bersama Mitra Kerja Tahun 2022

sinergi-nihayatul-wafiroh-anggota-dpr-ri-dan-bkkbn-jatim-di-probolinggo-rumah-makan-dapur-padi
Sindikat Post, Probolinggo – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur ( BKKBN Jatim ) bersama mitra Komisi IX DPR RI Ibu Dr. HJ. Nihayatul Wafiroh menggelar Kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Khusus Provinsi Jawa Timur, di Rumah Makan Dapur Padi, Kecamatan Dringu, Probolinggo. Sabtu (30/7/2022).

sinergi-nihayatul-wafiroh-anggota-dpr-ri-dan-bkkbn-jatim-di-probolinggo-rumah-makan-dapur-padiHadir dalam kegiatan ini Kaper BKKBN Jatim Dra. Maria Ernawati MM., diwakili Koordinator Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Sofia Hanik, MM., anggota Komisi IX DPR RI Ibu Dr. HJ. Nihayatul Wafiroh, diwakili Pak Zainal Arifin tenaga ahli, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo, Dr. Anang Budy Yoelijanto MM.Kes.

Bapak Zainal Arifin mewakili Ibu Dr. HJ. Nihayatul Wafiroh menjelaskan terkait percepatan penurunan stunting dan pembentukan SDM yang berkualitas.

sinergi-nihayatul-wafiroh-anggota-dpr-ri-dan-bkkbn-jatim-di-probolinggo-rumah-makan-dapur-padi“Pemerintah terus menggenjot percepatan perbaikan gizi masyarakat dalam rangka mendukung program nasional untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas. Salah satunya yaitu melalui intervensi yang mengacu pada Peraturan Presiden No. 72/2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” ujarnya.

Komitmen ini terwujud dalam masuknya stunting ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,6 persen pada tahun 2019 diharapkan menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Dra. Sofia Hanik dalam kesempatan yang sama, juga menambahkan bahwa Stunting disebabkan oleh beberapa faktor dan menjadi penting untuk kita tangani bersama.

“Anda yang berada di daerah sebagai penentu keberhasilannya. Kita harus menyiapkan strategi dan rencana aksi yang tepat, dimulai dari pengawalan calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan serta 1000 HPK,” jelasnya.

sinergi-nihayatul-wafiroh-anggota-dpr-ri-dan-bkkbn-jatim-di-probolinggo-rumah-makan-dapur-padi“Perbaikan status kesehatan dan gizi ibu hamil dan pra-hamil merupakan program strategis dlm meningkatkan kualitas SDM Bangsa 3 generasi kedepan karena kedaruratan dampak stunting terhadap Kualitas SDM Indonesia, perbaikan pengetahuan yg esensial tentang gizi dan kesehatan perlu dilakukan secara sistematis dan luas mencakup berbagai kelompok target, serta dilakukan secara massive dan berulang dan perlu dimulai sejak remaja karena status gizi dan kesehatan remaja puteri sebelum memasuki kehamilannya sangat penting dalam melindungi periode 1000 HPK,” tegasnya.

“ASN harus dilatih memiliki standar kompetensi, BKKBN harus membuat suatu pelatihan yang efektif untuk PLKB dan stakeholders dalam melakukan Advokasi Program Stunting,” imbuhnya

Dr. Anang Budy Yoelijanto juga menyampaikan bahwa di desa ada  program untuk mendukung terwujudnya tugas utama TP PKK di antaranya perlindungan kehidupan anak, pendampingan remaja, pendampingan ekonomi keluarga, pencegahan stunting serta AKI-AKB (Angka Kematian Ibu-Angka Kematian Anak). @Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *