Bea Cukai Bersama Pelajar dan Mahasiswa Sosialisasi Aturan Kepabeanan

Bea Cukai Bersama Pelajar dan Mahasiswa Sosialisasi Aturan Kepabeanan
Sindikat Post, Jakarta – Civitas academica atau komunitas akademis merupakan salah satu stakeholder penting bagi instansi pemerintah. Para pelajar dan mahasiswa diyakini memegang peranan besar dalam menyebarluaskan informasi kebijakan pemerintah dan mendukung pelaksanaannya di tengah masyarakat, hingga akhirnya diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang semakin baik, adil, makmur, dan sejahtera.
bea-cukai-bersama-pelajar-dan-mahasiswa-sosialisasi-aturan-kepabeananKepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, pada Senin (09/05) mengatakan hal tersebut pun disadari  oleh Bea Cukai, “Sebagai instansi kepabeanan yang mengemban fungsi sebagai fasilitator industri dan pengumpul penerimaan negara, kami terus berupaya merangkul kalangan akademisi untuk bersinergi dalam mendiseminasikan informasi kebijakan pemerintah dan meningkatkan pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan kepabeanan dan cukai yang berlaku.

Upaya tersebut diwujudkan  kantor pelabuhan melalui program customs goes to school/campus yaitu sebuah ajang sosialisasi aturan kepabeanan dan cukai kepada pelajar dan mahasiswa yang digelar kantor-kantor pelayanan  kantor pelabuhan di berbagai daerah.”

Hatta menyebutkan di Surabaya telah terlaksana dua sosialisasi kepabeanan yang menyasar mahasiswa dari Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) dan Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra Surabaya oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I dan Bea Cukai Tanjung Perak.

bea-cukai-bersama-pelajar-dan-mahasiswa-sosialisasi-aturan-kepabeananKedua kantor  kantor pelabuhantersebut memaparkan pentingnya para mahasiswa mempelajari ilmu kepabeanan yang cakupannya sangat luas, termasuk logistik, ekspor impor, perdagangan internasional, dan multinational company, yang dewasa ini semakin dibutuhkan.

“Saat ini di Indonesia, ahli kepabeanan masih langka, padahal kebutuhan industri dan usaha sangat besar. Apalagi di setiap perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan perdagangan internasional lintas negara mempunyai divisi ekspor impor yang harus didukung dengan tenaga ahli yang memiliki kemampuan kepabeanan. Para mahasiswa perlu mengetahui hal ini dan memanfaatkan peluang kerja yang ada,” ujarnya.

Selain kegiatan pemaparan materi, mahasiswa juga diajak site visit ke ruang pelayanan Bea Cukai Tanjung Perak dan tempat penimbunan sementara (TPS) di Pelabuhan Tanjung Perak untuk melihat langsung kegiatan  kantor pelabuhan di lapangan,”Melalui kunjungan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami terkait tugas dan fungsi  kantor pelabuhan serta menjadi duta  kantor pelabuhan yang mampu meneruskan informasi kepabeanan kepada masyarakat.”

Tak hanya membahas peran dan fungsi Bea Cukai dan aturan kepabeanan, Bea Cukai juga mensosialisasikan aturan cukai kepada para pelajar SMA, seperti yang dilaksanakan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II dan Bea Cukai Malang dengan mengunjungi SMA Negeri 5 Malang dan SMA Negeri 1 Dampit. Di kedua sekolah tersebut, petugas Bea Cukai mengkampanyekan program Gempur Rokok Ilegal yang masif dilancarkan Bea Cukai untuk menanggulangi penyelundupan rokok ilegal di berbagai daerah.

“Kami jelaskan bahwa Bea Cukai tak hanya bertugas menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal yang berbahaya, tetapi juga mengawasi pengenaan cukai untuk barang-barang yang konsumsi dan peredarannya perlu dibatasi di dalam negeri, seperti rokok, minuman beralkohol, dan etil alkohol.

Kampanye gempur rokok ilegal melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pelaksanaan operasi penindakan rokok ilegal bertujuan selain untuk mengamankan penerimaan negara di sektor cukai dan menciptakan the same level of playing field bagi industri rokok dalam negeri, juga merupakan upaya kami dalam melindungi masyarakat dari paparan rokok tak berizin,” ujar Hatta.

bea-cukai-bersama-pelajar-dan-mahasiswa-sosialisasi-aturan-kepabeananTerlebih, menurutnya peredaran rokok ilegal menjadi faktor pendorong maraknya konsumsi rokok di kalangan anak dan remaja. “Kami ingin membangun kesadaran para pelajar akan bahaya rokok, termasuk mendorong mereka untuk berkontribusi aktif jika mengetahui adanya peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat agar dapat dilaporkan kepada Bea Cukai untuk dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Hatta pun menyampaikan bahwa melalui kegiatan sosialisasi kepabeanan dan cukai di kalangan pelajar dan mahasiswa diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda akan peran Bea Cukai dan aturan kepabeanan dan cukai yang berlaku, “Semoga para pelajar dan mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif untuk Indonesia, termasuk dengan mematuhi dan menyebarluaskan aturan kepabeanan dan cukai.” @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.