Langkah Bea Cukai Buka Peluang UMKM Masuk Pasar Global

Langkah Bea Cukai Buka Peluang UMKM Masuk Pasar Global
Sindikat Post, Jakarta – Dalam peranannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai memberikan dukungan, pembinaan, dan pemberian fasilitas, bukan hanya kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri, tetapi juga untuk para pelaku UMKM. Bea Cukai terus berupaya menggali potensi produk-produk ekspor yang berpeluang untuk dapat masuk ke pasar global serta melaksanakan ekspor langsung dari berbagai daerah.

langkah-bea-cukai-buka-peluang-umkm-masuk-pasar-globalOptimalisasi upaya tersebut pun diyakini dapat terwujud dengan adanya sinergi yang terjalin antara Bea Cukai dengan berbagai instansi terkait lainnya. Oleh karena itu, kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah meningkatkan jalinan kerja sama, baik dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, maupun sektor swasta untuk meningkatkan ekspor daerah, seperti yang dilaksanakan Bea Cukai Teluk Bayur dan Bea Cukai Ambon.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, mengatakan Bea Cukai Teluk Bayur menjalin koordinasi dengan beberapa instansi pemerintah daerah, seperti Dinas Koperasi dan UKM Daerah Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota dalam memetakan potensi UMKM di beberapa daerah di Sumatra Barat. Setelah dipetakan, Bea Cukai Teluk Bayur pun akan mendorong para pelaku UMKM tersebut untuk melakukan ekspor.

Salah satu industri berpotensi ekspor yang ada di Sumatra Barat, menurut Hatta adalah bidang perikanan, meski dalam dua tahun terakhir ekspor ikan mengalami penurunan, sebagai dampak dari pandemi. Namun kondisi tersebut tak menghentikan langkah Bea Cukai Teluk Bayur untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam melancarkan ekspor perikanan.

langkah-bea-cukai-buka-peluang-umkm-masuk-pasar-global“Kami telah berkomunikasi dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) untuk mengetahui kendala yang dihadapi pengguna jasa dalam melakukan ekspor dari wilayah Sumatra Barat.

Ke depannya kami berharap dapat mengumpulkan seluruh stakeholders terkait, seperti Karantina Ikan, pihak penyedia jasa angkutan, dan pelaku usaha, dalam sebuah forum yang akan menampung aspirasi, keluhan, atau usulan. Sehingga nantinya akan ada solusi dan upaya bersama dalam menghadapi kendala ekspor perikanan di wilayah ini,” jelasnya.

Tak hanya industri perikanan, sinergi dalam penggalian potensi ekspor yang digagas kantor pelabuhan Teluk Bayur juga menyasar para produsen kopi. Bekerja sama dengan Bank Indoensia Perwakilan Sumatra Barat, kantor pelabuhan Teluk Bayur menyelenggarakan business matching ekspor kopi bertajuk “Kopi Sumbar Mendunia”. Melalui acara ini, kantor pelabuhan memaparkan tata cara ekspor kepada para pelaku UMKM penghasil kopi dan mendorong mereka untuk dapat melakukan ekspor.

“Kami menghadirkan langsung praktisi kopi yang sudah alang melintang dalam mengekspor kopi melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat menciptakan eksportir-eksportir kopi baru di Provinsi Sumatra Barat,” ujar hatta.

Sinergi serupa juga dijalin Bea Cukai Ambon dengan merangkul BKIPM Ambon, Disperindag, dan Bank Mandiri Cabang Maluku dalam acara talkshow UMKM dan pengusaha muda bertajuk “Go Internasional, UMKM bisa!”. Acara ini merupakan perwujudan dukungan Bea Cukai Ambon terhadap UMKM dan para pelaku usaha di Maluku agar dapat mengembangkan usahanya hingga berskala internasional.

langkah-bea-cukai-buka-peluang-umkm-masuk-pasar-global“Bea Cukai Ambon mendiskusikan berbagai kendala yang dialami pelaku usaha saat ingin melakukan ekspor, baik dari sisi pengemasan, perizinan, pencarian buyer, maupun transaksi internasional.

Kemudian sebagai solusi atas kebutuhan UMKM dan pengusaha muda agar dapat go internasional, maka lahirlah komunitas eksportir muda yang merupakan wadah yang mempertemukan seluruh stakeholder bersama pelaku usaha dalam mendukung percepatan keberhasilan ekspor,” jelas Hatta.

Ia pun mengatakan bahwa sinergi ekspor yang dilancarkan Bea Cukai di berbagai daerah merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang meminta seluruh unit di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberdayakan UMKM.

“Bea Cukai harus mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada agar dapat dirasakan dan berdampak luas kepada UMKM. Dengan adanya sinergi yang kuat dalam usaha meningkatkan ekspor daerah akan menjadi angin segar yang menyemangati dan mendorong aktivitas UMKM, sehingga dapat memberi kontribusi yang signifikan bagi perekonomian setelah masa pandemi, baik optimalisasi kegiatan industri, ekspor, maupun kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” tutupnya. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.