Pemkab Banyuwangi Ciptakan Inovasi Puting Si Naga dalam Kembangbiakkan Buah Naga

Pemkab Banyuwangi Ciptakan Inovasi Puting Si Naga dalam Kembangbiakkan Buah Naga
Sindikat Post, Jakarta – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu pusat penghasil buah naga terbesar di Indonesia. Namun petani buah naga menghadapi berbagai masalah selama mengembangbiakkan tanaman agricultural itu. Salah satu kendalanya adalah buah naga hanya bisa panen pada Oktober hingga April.Puting Si Naga

Produktivitas buah naga selama masa panen tidak terlalu membawa keuntungan bagi petani. Sebab, melimpahnya buah naga saat masa panen membuat harga pasaran justru anjlok. Di sisi lain, terbatasnya masa panen tidak mampu memenuhi permintaan buah naga sepanjang tahun.

Menyiasati berbagai kendala itu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menciptakan inovasi Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga). Dengan konsep Cinderella, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi berhasil mempertahankan produktivitas buah naga meski berada di luar musim panen (off season).

Puting Si Naga

Inovasi ini menggunakan lampu di kebun buah naga pada malam hari untuk merangsangpembungaan. “Seperti Cinderella, lampu dinyalakan dari jam 6 sore sampai 12 malam selama 20 hari pada masa off season,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2021.

Putting Si Naga meningkatkan produksi hinga dua sampai tiga kali lipat dibandungkann tanpa menggunakan lampu. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani setempat.

Puting Si Naga

Sebelum adanya inovasi ini, pendapatan petani adalah Rp28 juta per tahun dengan harga buah Rp2.000 per kilogram. “Kini, pendapatan petani mencapai Rp260 juta per hektare per tahun, dengan harga buah Rp10.000 per kilogram,” ungkap Ipuk.

Bekerja sama dengan PLN, pada 2019 ada 7.432 pelanggan yang menggunakan sambungan listrik untuk meningkatkan produksi. Sementara pada 2020, meningkat menjadi 14.399 petani yang menggunakan listrik di kebun mereka.

Ipuk menjelaskan, inovasi Putting Si Naga mudah diterapkan di daerah lain yang juga mengembangkan buah dengan nama ilmiah _Hylocereus Undatus_ ini. Beberapa daerah teah melakukan studi tiru penggunaan lampu pada buah naga, yakni Dinas Pertanian Provinsi NTT, Universitas 11 Maret Surakarta  Dinas Pertanian Blitar, SMPN Mojokerto, Dinas Perhubungan Surabaya, Kelompok Tani Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pertanian Karangasem Bali, Cipanas Jawa Barat.  @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.