BKKBN Jatim Resmi Gelar Refreshing Bagi Pengelola Alokon “Optimalkan Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Stock Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi”

BKKBN Jatim Resmi Gelar Refreshing Bagi Pengelola Alokon “Optimalkan Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Stock Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi”
Sindikat Post, Surabaya – Perwakilan BKKBN Jatim menggelar refreshing SIRIKA bagi pengelola Gudang alokon Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan. Senin (11/04/2022).

bkkbn-jatim-gelar-refreshing-bagi-pengelola-alokon-optimalkan-kelancaran-distribusi-ketersediaan-stock-rantai-pasok-alat-dan-obat-kontrasepsiTotal peserta yang akan direfreshing sebanyak 76 peserta. Tim pendamping dan pengajar terdiri dari Direktorat Bina Akses Pelayanan KB BKKBN, Direktorat BIKUP BKKBN dan Ibu Ambar beserta Crew Pendamping/Pengajar dari Pengembang dan Pembuat Aplikasi “Sirika”.

Penggunaan SIRIKA (Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon) dipandang perlu dioptimalkan dalam Manajemen Rantai Pasok Alokon agar informasi kondisi stok gudang dapat diperoleh secara real time.

bkkbn-jatim-gelar-refreshing-bagi-pengelola-alokon-optimalkan-kelancaran-distribusi-ketersediaan-stock-rantai-pasok-alat-dan-obat-kontrasepsiDalam pembukaan kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., menuturkan pentingnya peran pengelola Gudang alokon.

“Bendahara Materil Alokon atau Pengelola Gudang Alokon ini merupakan bagian terpenting dalam menjamin terjaga nya stabilitas mutu alokon dan kelancaran akses distribusi alokon agar bisa sampai ke faskes yang seterusnya nanti dapat digunakan untuk pelayanan KB masyarakat,” tuturnya.

bkkbn-jatim-gelar-refreshing-bagi-pengelola-alokon-optimalkan-kelancaran-distribusi-ketersediaan-stock-rantai-pasok-alat-dan-obat-kontrasepsiIa pun menambahkan pentingnya aplikasi SIRIKA (Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon) dalam pemenuhan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi di Jawa Timur.

“Kesuksesan pelaksanaan penggunaan Aplikasi SIRIKA ini sangatlah VITAL sekali karena menyangkut kelancaran distribusi dan ketersediaan stock rantai pasok alokon di 2.045 faskes ditahun anggaran 2022 ini serta untuk menjawab Unmetneed KB di Provinsi Jawa Timur masih cukup tinggi yaitu 15,12%”, tambahnya. @red.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.