Viral, Keranjang Terbang di Riau Digunakan Siswa SD Untuk Melintasi Sungai

Viral, Keranjang Terbang di Riau Digunakan Siswa SD Untuk Melintasi Sungai

Sindikat Post, Pekanbaru – Tiga siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) di Riau, viral di media sosial usai aksi mereka berpegangan pada ‘Keranjang Terbang’ yang di gunakan untuk menyeberangi sungai, bak bermain Flying Fox.

Selain siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD), ‘Keranjang Terbang’ itu dipakai juga warga setempat dan murid Taman Kanak-kanak (TK) untuk berangkat ke Sekolah.

Kepala Desa Kuntu di Kampar Timur, Riau, Asril Bakar mengatakan, para siswa itu menggunakan ‘Keranjang Terbang’ demi mempersingkat waktu perjalanan ke sekolah. Kepala Desa juga menjelaskan, sebenarnya ada jalan lain menuju ke sekolah mereka, tapi memerlukan waktu tempuh lebih lama.

“Di video itu mereka ambil jalan pintas, mereka mau ambil jalan pintas untuk ke sekolah. Sebenarnya ada jalan lain, lewat jalan Koperasi Unit Desa (KUD), tapi jauh,” kata Kades Kuntu Asril Bakar kepada awak media, Kamis (10/6/2021).

Asril menyebut, selain bergantungan di keranjang, murid SD itu kerap menerjang arus sungai. Dia mengatakan hal itu dilakukan para siswa jika air sedang dangkal.

“Kalau air dangkal ya nggak perlu pakai bergelantungan. Jalan saja bisa di sana, lepas sepatu, jalan kaki karena sungai itu dangkal. Kalau air naik ya gelantungan,” katanya.

Asril menyebut bukan hanya murid SD saja melintasi jalur ekstrem itu. Warga sekitar disebutnya juga sering memanfaatkan ‘Keranjang Terbang’ untuk pergi memancing dan nyeberang.

“Warga saya biasa lewat situ, jadi ada juga mereka menganggap itu wisata. Mau mancing lewat dari situ karena itu akses sebenarnya milik orang perkebunan yang punya kebun di situ,” terangnya.

Selain tiga siswa itu, ada juga siswa lain melintas. Termasuk dua anak yang saat ini masih baru masuk taman kanak-kanak (TK).

“Sepanjang yang saya ketahui itu adalah dari perkebunan swasta, dan tempat langsiran buah sawit. Kemudian dari investigasi kami, itu memang ada siswa SD tujuh orang, kemudian TK dan SMP masing-masing dua orang”, imbuhnya. @Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *