Abdee Slank Ramai di Perbincangan Publik Sebagai Komisaris Telkom

Abdee Slank Ramai di Perbincangan Publik Sebagai Komisaris Telkom

Sindikat Post, Jakarta – Belakangan ini publik ramai membicangkan pengangkatan Abdee Negara Nurdin atau lebih dikenal Abdee Slank sebagai Komisaris Telkom yang merupakan BUMN kelas A.

Menurut pakar kebijakan publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.Si., menilai polemik ini sebenarnya dimunculkan oleh segelintir orang saja, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Paiman ikut prihatin atas serangan yang ditujukan kepada menteri BUMN, kebijakan mengangkat Abdee Slank semata-mata sebagai balas budi karena Abdee Slank merupakan bagian tim sukses Pilpres Jokowi – Ma’ruf Amin.

Tentunya pemerintah punya alasan lain di balik penunjukkan Abdee Slank sebagai komisaris BUMN, dan itu haknya pemerintah. Paiman menilai bahwa anggapan penempatan beberapa relawan atau tim sukses sebagai komisaris BUMN sebagai imbal jasa atau balas budi wajar dan biasa saja.

Hal ini tidak terjadi saat pemerintahan era Jokowi saja, tapi pemerintahan sebelumnya juga menempatkan tim sukses menjadi komisaris atau direksi bahkan menteri atau kepala lembaga, tidak dipersoalkan, tapi mengapa di era Jokowi diributkan.

Mari berfikir positif dan obyektif, jangan belum melihat kinerjanya sudah memvonis orang itu tidak pantas duduk dalam posisi tersebut, rasanya tidak adil dan terlalu terburu-buru. Jabatan komisaris sangat beda dengan jabatan direksi yang benar-benar membutuhkan skill di bidangnya, sedang komisaris sebagai fungsi pengawasan.

Sosok Abdee Slank merupakan sosok yang visioner, kreatif, inovatif, pekerja keras terutama dalam menghadapi era disrupsi digital seperti saat ini. Ide kreatif dan inovatif yang dimiliki Abdee Slank sangat dibutuhkan oleh Telkom dalam menghadapi tantangan bisnis pada masa modern atau era globalisasi. Jadi tidak ada salahnya seorang Abdee ditempatkan sebagai komisaris, “Karena jabatan komisaris sangat berbeda dengan jabatan direksi yang merupakan eksekutor dalam menjalankan perusahaan”, jelas paiman.

Paiman berharap masyarakat jangan mudah menilai buruk atau rendah terhadap seseorang. Posisi kerjaan atau jabatan yang diemban bisa berhasil sukses tidak selamanya karena linier di bidangnya, karena itu semua bisa ditunjang oleh pemikiran out of the box, pengalaman, visioner, ide kreatif, inovatif, komitmen dan kredibilitas seseorang. Banyak orang yang berhasil karena memiliki visi tersebut, bahkan tidak linier atau ahli di bidangnya. Contoh pejabat yang bukan ahlinya tapi bisa berhasil dalam pekerjaannya seperti Nadiem Makarim mendikbudristekdikti , Budi Gunawan Sadikin Menkes dan Jokowi yang belum punya pengalaman menjadi presiden sebelumnya, tapi bisa melakukan terobosan dan langkah-langkah maju. Jadi mari berfikir positif, dan jangan mudah merendahkan orang lain, tegas Paiman menutup pembicaraannya. @Surya/Dodi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *