Diskominfo Jatim Ajak Humas Untuk Terus Meningkatkan Komunikasi Publik yang Efektif di Tengah Masyarakat

Diskominfo Jatim Ajak Humas Untuk Terus Meningkatkan Komunikasi Publik yang Efektif di Tengah Masyarakat

Sindikat Post, Jatim – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, mengajak humas pemerintah, BUMN/BUMD, untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi publik yang efektif di tengah masyarakat. Hal ini mengingat saat ini kehumasan pemerintah mendapat tantangan yang terbilang berat di tengah derasnya arus pertukaran informasi di masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto melalui Sekretaris Dinas, Aju Mustika Dewi mengatakan, saat ini insan humas dituntut kian peka dan cakap dalam penyebaran informasi melalui berbagai media atau platform media sosial. Hal ini agar dapat merespons langsung kebutuhan masyarakat.

“Perkembangan informasi dan berita di media sosial yang cukup cepat ini sering menimbulkan disinformasi bagi masyarakat. Dan hal ini menjadi salah satu tantangan atas berlangsungnya efektivitas komunikasi publik yang saat ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan politik,” ujarnya saat Simposium Humas Pemerintah Bertajuk Membangun Komunikasi yang Efektif, Akuntabel Dan Menyejukkan, di Hotel Atria Malang, Kamis (8/4/2021).

Oleh karenanya kata Aju, untuk implementasi lebih lanjut atas peningkatan pengelolaan komunikasi publik saat ini, diperlukan koordinasi peran humas lintas sektor agar terwujud  strategi komunikasi yang efektif.

Akademisi Universitas Ciputra Surabaya, Monica Teguh, mengungkapkan saat ini kehumasan pemerintah mendapat tantangan yang terbilang berat di tengah derasnya arus pertukaran informasi. Perkembangan informasi dan berita di media sosial yang cukup cepat ini sering menimbulkan disinformasi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya mencegah banyaknya disinformasi, salah satunya humas pemerintah diharapkan terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digitalnya
Dikatakan Monica, berdasarkan data dari Kemenkominfo, sejak 23 Januari 2020 hingga 24 Maret 2021 setidaknya ada 1.495 temuan informasi hoax tentang covid-19.

Bahkan mengutip survei dari kata data pada tahun 2020, Indonesia masih ada di skala 3,47 dari skala 4. “Mengapa hoax kesehatan mudah beredar? Karena banyak orang masih melakukan playing medical practitioner. Dan ini harus diatasi dengan meningkatkan literasi digital,” ujarnya.

Wakil Ketua Persatuan Wartawan Jatim, Machmud Suhermono mengatakan, yang perlu ditekankan kepada masyarakat terkait disinformasi adalah, informasi hoax adanya di media sosial bukan di media massa arus utama. Sebab fungsi pers saat ini bukan hanya untuk memberikan informasi, menghibur dan mendidik, namun bertambah yakni sebagai media klarifikasi.

Menurutnya, masyarakat harus bisa membedakan antara kabar/informasi dan berita. Kabar atau informasi bukanlah sebuah berita, dan bisa bersumber dari manapun, baik di lingkungan rumah, kantor, tempat nongkrong. Tetapi bila berita, maka dalam informasinya ada indikator klarifikasinya. @red
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *