Kompol Ariyanto Agus “Narkoba Tidak Mengenal Pandemi”

Kompol Ariyanto Agus “Narkoba Tidak Mengenal Pandemi”

Sindikat Post, Surabaya – Komisaris Polisi (Kompol)  Ariyanto Agus, S.AMd., Kapolsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diwawancara eksklusif sekitar persoalan narkotika. Senin (5/4/2021) sore, di Mako Polsek Semampir.

Kapolsek Semampir menerangkan salah satu kerja Polisi adalah menangani tentang kasus pengedar dan pengguna narkoba. “Narkoba tidak mengenal ada atau tidaknya pandemi, karena narkoba merupakan gejala kecanduan. Jadi tidak peduli pada saat pandemi atau tidak,” terangnya.

Biasanya para pengguna membeli dengan segala cara, saat pengguna kesusahan ekonomi, dia bisa melakukan pencurian lalu hasilnya dibuat membeli barang tersebut,” terang Kompol Ariyanto.

Upaya pencegahan yang dilakukan kapolsek “Kita memiliki beberapa kegiatan. Prepetif atau pencegahan, kami memberikan himbauan-himbauan. Refresif, kegiatan untuk menangkap bandar, pengedar dan pengguna narkoba.” ujar Kapolsek Semampir.

Kompol Ariyanto ketika ditanya apakah ada perbedaan hukuman bagi pengedar dan pengguna narkoba, Kompol Ariyanto menjawab, “Masa hukuman bagi pengedar dan pengguna narkoba itu tentu saja berbeda. Menurut UU  pengedar akan diberi maksimal hukuman mati, sedangkan pengguna jika memungkinkan akan direhabilitasi terlebih dahulu. Hukuman pengguna lebih ringan dikarenakan pengguna adalah korban.”

Kenapa pengguna hukumannya jauh lebih ringan dibanding pengedar ?. Menurut Kapolsek Semampir menjelaskan,  “Bahwasannya pengguna itu merupakan korban, justru yang harus dibasmi adalah bandarnya. Karena kalau tidak ada bandar, pasti tidak ada korban.”

Dari banyak informasi kadang yang diduga bandar membawa narkoba tidak tahu bahwa yang dibawa adalah narkoba karena titipan barang dari seseorang atau teman, Kapolsek Semampir menjawab, “Patut di curigai terduga bandar yang mengaku tidak tahu isi barang yang diterimanya. Kita akan lakukan penyelidikan. Mungkin seseorang mau jadi bandar, karena keuntungan bandar narkoba bisa lebih besar, 5 kali lipat dari biaya produksinya.

Terkait narkotika apakah selalu melanggar hukum. Kapolsek Semampir menjawab, “Narkotika ada yang legal jika mendapatkan izin. Seperti pada obat bius, morfin, dan lain-lain,” pungkas Kapolsek Semampir.

Penulis: Veranika Putri

Siswi SMK 1 Cerme Gresik Kelas XI/31 MM 2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *