Kapolsek Semampir, Kompol Ariyanto Agus: Penyalahgunaan Narkotika Tak Kenal Usia

Kapolsek Semampir, Kompol Ariyanto Agus: Penyalahgunaan Narkotika Tak Kenal Usia

Sindikat Post, Surabaya – Kapolsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Komisaris Polisi (Kompol) Aryanto Agus, S.AMd, mengatakan, “Maraknya penyalahgunaan obat-obatan serta peredaran narkotika dikalangan masyarakat saat ini sangat meresahkan, apalagi penggunanya tak kenal usia dan tempat. Penyalahgunaan Narkotika dapat merusak masa depan para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.” Hal itu diutarakan dalam wawancara ekslusif di Mako Polsek Semampir, Senin (05/04/2021) sore.

Kompol Aryanto Agus juga menjelaskan pecandu narkotika di Indonesia pada umumnya berusia antara 11 s/d 24 tahun (usia pelajar). “Narkotika diawali dengan perkenalannya dengan rokok dengan alasan mencoba lalu mengalami ketergantungan, sehingga mengalami perubahan dalam sikap dan kepribadian, sering membolos, mudah tersinggung, cepat marah, ngantuk, malas, melakukan tindakan kejahatan,”  terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kompol Aryanto Agus memberikan pengertian pengedar narkotika yakni, “Meliputi setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan penyaluran atau penyerahan Narkotika, baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan maupun pemindahtanganan, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Meski dikategorikan sebagai  pengedar, tidak semua pengedar di tindak lanjut pidana karena peredaran narkotika dalam bentuk obat jadi yang sudah mendapat izin dari pihak berwenang yakni Menteri Kesehatan (lihat Pasal 36 UU Narkotika) atau penyerahan Narkotika kepada pasien oleh rumah sakit atau dokter berdasarkan resep dokter dapat dilakukan dan itu bukan merupakan pelanggaran hukum/tindak pidana (lihat pasal 43 dan 44 UU Narkotika),” tuturnya.

Sementara, bagi pecandu dan penyalahguna Narkotika wajib mendapatkan rehabilitasi baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial, sebagaimana diatur dalam Pasal 54 UU Narkotika yaitu, “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Dalam pelaksanaan tugas,  Kapolsek Semampir menerapkan Turjawali yaitu pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli, guna mewujudkan rasa aman, baik fisik maupun psikis, terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, terbebas dari rasa khawatir sehingga masyarakat dapat melakukan segala aktifitasnya dengan tertib.

Penulis : Verra Kurniawati Dwi Syahputri.

Siswi SMK 1 Cerme Gresik  Kelas / No : XI MM 2 /32.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *