Kunker Kaper BKKBN Jatim ke Kampung KB Desa Kletekan Ngawi, “3 Tantangan Dihadapi Kampung KB”

Kunker Kaper BKKBN Jatim ke Kampung KB Desa Kletekan Ngawi, “3 Tantangan Dihadapi Kampung KB”

Sindikat Post, Ngawi – Kampung KB adalah salah satu implementasi program Bangga Kencana yang komprehensif di tingkat desa. Kampung KB didesain sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui integrasi program KKBPK dengan lintas sektor.

Pada tahun 2021, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan Proyek Prioritas Nasional (Pro-PN) yaitu Peningkatan Kualitas Rumah Data Kependudukan Paripurna di Kampung KB Percontohan dengan target 1 (satu) kampung KB Percontohan tingkat provinsi dan 38 (tiga puluh delapan) Kampung KB Percontohan di tingkat Kabupaten/Kota dan juga Peningkatan Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di 38 Kampung KB Percontohan. Untuk mewujudkan hal tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja (kunker) Ke Kampung KB Percontohan Bangkit Berjaya Desa Kletekan Kabupaten Ngawi.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada Kampung KB Bangkit Berjaya ini yang sudah ditetapkan sebagai kampung KB percontohan, kampung KB percontohan ini memang sudah ada kriteria nya minimal sudah masuk kriteria mandiri dan berkelanjutan,” tutur Pak Teguh.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim tersebut, Bapak Presiden telah berpesan bahwa Kampung KB harus bisa membangkitkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui integritas dengan berbagai sektor.

“Inilah yang menjadi ukuran apakah kampung KB keberadaannya memiliki manfaat di dalam masyarakat. Meskipun gapuranya di cat beberapa bulan sekali kampung nya bagus tetapi tidak ada manfaat nya bagi kesejahteraan masyarakat itu saya rasa tidak berhasil,” lanjut PaK Teguh.

Menurut Pak teguh saat ini terdapat 3 (tiga) tantangan yang dihadapi Kampung KB. Yang Pertama adalah Covid-19. “Meskipun ada perkembangan positif dalam penanggulangannya, tetapi trend nya masih terus ada penambahan, untuk itu wajib tetap menetapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Berikutnya adalah Stunting. Di Indonesia saat ini 27,7% hampir sepertiga balita yang ada adalah stunting. Jawa Timur masih di angka 26,9%. “Kita masih di urutan bawah standar dunia, standar yang dunia itu adalah sebesar 20%, saya katakana stunting itu berbahaya, kenapa? Karena stunting ini panjang umur, karena panjang umur ini jadi berbahaya karena stunting ini yang di serang adalah sel otak nya, harus dipahami bahwa tidak semua orang pendek itu stunting. Karena pertumbuhan sel otak nya mengalami gangguan jadi akan menjadi problematika, bayangkan jika nanti penduduk usia produktif kita Sebagian besar adalah penduduk yang tumbuh dengan stunting, sudah pasti akan lambat dalam berpikir, Misinya cegah betul jangan sampai ada bayi baru yang lahir nanti Stunting. Yang sekarang sudah ada harus kita jaga, ibu hamil harus bener bener “diopeni” jangan sampai ada bayi lahir dengan status gizi buruk, rencanakan kehamilan dengan baik,” jelas Pak Teguh

Yang Ke-Tiga adalah Tantangan dalam ber KB “Jumlah penduduk di jawa timur mengalami kenaikan. Tahun 2018 dari TFR 1,9 tetapi di tahun 2020 menjadi 2,29, hal ini adalah dampak dari Pandemi Covid-19 yang mengharuskan lebih banyak aktivitas di rumah, ketiga hal ini yang harus terus diingat kan,” pungkas Pak Teguh.

Sementara itu dr Nugrahaningrum kepala DP3AB Kab Ngawi mengungkapkan bahwa di Kabupaten Ngawi memiliki 50 kampung KB rintisan dimana 4 diantaranya ditetapkan sebagai kampung KB percontohan termasuk diantaranya Badalah Kampung KB Kletekan yang dikatakannya sebagai Kampung KB Terbaik.

”Di sini masyarakatnya selalu mau belajar dan mengamalkan apa yang sudah dipelajari, bapak kepala desa sudah bisa merangkul semua sehingga mindset dari warga kampung disini sudah berorientasi untuk terus mengembangkan program kampung KB,” ujar Bu Haning.

Masih menurut Ibu Hanung, Orientasi Kabupaten Ngawi dalam pengembangan program kampung KB adalah meningkatkan kearifan lokal sebagai bekal untuk mewujudkan kesejahteraan dalam keluarga.

“Kerjasama dengan Ubhara dalam melakukan pengelolaan ternak kelinci. Merencanakan program wisata edukasi dengan menjadikan kelinci sebagai branding nya,” ujarnya.

Kampung KB akan di jadikan lokus dalam percepatan penurunan stunting melalui program Restu Ibu di Kabupaten Ngawi. Program Restu ibu lahir di tahun 2013 yang diperuntukkan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Dari Restu Ibu kita memiliki 10 ikon/10 intervensi yaitu :
1. Sosialisasi dan Advokasi.
2. Revitalisasi Posyandu dengan penekanan pada penanganan Ibu Hamil KEK.
3. Perawatan Balita Gizi buruk dan Balita sangat kurus.
4. Pemulihan Balita Gizi Buruk dan sangat kurus pasca perawatan.
5. Pendampingan Balita-balita gizi buruk.
6. Pemantapan Pelaksanaan Pos Gizi.
7. Bantuan Kolam Silinder beserta Bibit Ikan Lele dan Pakannya.
8. Program Orangtua Asuh.
9. Program Peningkatan Kedaulatan Pangan.
10. Monitoring dan Evaluasi hasil kegiatan.

Melalui program tersebut Kabupaten Ngawi telah berhasil menurunkan angka stunting dari 40,76%. “Data stunting 40,76% kita telaah dan cari penyebab nya, kroscek satu persatu ternyata 70% data nya merupakan bayi di atas 2 tahun dimana itu sudah merupakan data yang sudah kami kerjakan dan tangani,” pungkasnya. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *