Kampung KB BANGKIT Desa Kletekan Ngawi, “Kampung Wisata Kelinci”

Kampung KB BANGKIT Desa Kletekan Ngawi, “Kampung Wisata Kelinci”
Ket: Kaper BKKBN Jatim melihat Peternakan Kelinci.

Sindikat Post, Ngawi – Kampung KB BANGKIT terletak di desa Kletekan merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Jogorogo, kabupaten Ngawi yang terdiri dari 3 Dusun 6 RW dan dan 17 RT.

Kondisi wilayah desa Kletekan adalah merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Dengan Luas wilayah desa 349.240 ha yang terbagi menjadi tiga dusun yaitu dusun Kletekan, dusun Kleleng, dan dusun Gatak.

Ket: Lahan Pengembangan desa Wisata Kampung KB Kletekan.

“Dengan adanya Program Kampung KB, secara perkembangan menjadikan desa Kletekan menjadi lebih maju, baik dari pertanian dan juga peternakan, dalam mengembangkan usaha kita bekerja sama dengan BUMDes, prinsipnya harus bisa menciptakan segala sesuatu yang memberikan pemasukan,“ tutur Pak Sukarso kepala desa Kletekan, Kamis (4/3/2021).

Kampung KB “BANGKIT” di canangkan pada tanggal 16 Desember 2016 menjadi salah satu Kampung KB Percontohan di kabupaten Ngawi. Kampung KB BANGKIT yang semula hanya berorientasi di tingkat dusun kini di kembangkan menjadi tingkat desa.

Ket: Peternakan Kambing desa Kletekan.

“Alhamdulillah desa Kletekan ditetapkan sebagai Kampung KB Percontohan. Hari ini saya terakhir bekerja menjabat sebagai kepala desa dan mendapatkan kunjungan dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Bapak Drs. Sukaryo Teguh Santos, M.Pd. Mudah-mudahan program-program yang sudah berjalan nanti dapat di teruskan. Ini harus menjadi contoh yang lebih baik, harus dapat mewakili kabupaten Ngawi kalau bisa menjadi nomor 1 di Jawa Timur,” ujar Pak Sukarso.

“Mari kita kerja sama yang baik dengan dukungan semua sektor terutama dengan kecamatan untuk memajukan desa kita ini, semoga kepala desa yang baru dapat meneruskan program Kampung KB maupun program lainnya dari pemerintah pusat,” tutur Pak Sukarso.

“Mudah-mudahan dengan adanya program kampung KB ini Kletekan bisa menjadi bangkit dan berjaya, bareng anggayuh Kletekan maju Sentosa,” pungkasnya.

Dikutip dari laman kampungkb.bkkbn.go.id Desa Kletekan berdiri pada tahun 1907. Berawal dari Demang Gulun yang memimpin lebih 30 Tahun. Di mana masa Pemerintahanya di bentuk dukuh-dukuh, lalu para punggawa mengadakan musyawarah dan menghasilkan kesepakatan dengan nama desa Kletekan.

Kata Kletekan berasal dari kata “Klatak“ yang mempunyai arti buah karet. Konon di zaman dulu desa Kletekan ini banyak ditumbuhi pohon karet yang hasilnya melimpah ruah yang bisa menyejahterakan kehidupan dan kemakmuran masyarakat, yang akhirnya kebanyakan orang menyebut desa Kletekan.

Menurut Bapak Suyatno, Ketua Pokja Kampung KB Kletekan memiliki beberapa program program unggulan, antara lain :
Bidang Bidang Agama
1. Program pendidikan membaca Al Qur’an di semua mushola di desa Kletekan.
2. Pengajian muslimat.
3. Yasinan setiap Malam Jumat.
4. Pendidikan tentang akhlak dan karakter, pengoptimalan memanfaatkan media sosial ke arah lebih positif.

Bidang Kesehatan :
1. Di Desa Kletekan 97% Pasangan Usia Subur sudah melakukan KB semua, rata rata anak pasangan usia subur sudah dua.
2. Pendataan rutin di posyandu setiap bulan bagi balita.
3. Pembuatan sanitasi/pembuangan WC secara sehat dan benar.

Bidang Pendidikan :
Bekerja sama dengan Perguruan Tinggi membuat kegiatan pelatihan pembudidayaan jamur tiram, peternakan kelinci, peternakan kambing, dll.

“Selain itu kami juga memiliki lahan seluas 2,5 Hektar yang siap dikelola menjadi desa wisata, kami sudah menganggarkan biaya pengembangan mulai tahun 2019 setiap tahun nya sebesar Rp 150 juta, saat ini sedang proses perkembangan dan nantinya kami akan membranding wisata kelinci sebagai unggulan di Kampung KB Bangkit ini,“ tutur Pak Suyatno Kepala POKJA Kampung KB Desa Kletekan. @red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *