Oknum Perawat RS Haji Surabaya Diduga Cabul Dipanggil Polrestabes Surabaya

Oknum Perawat RS Haji Surabaya Diduga Cabul Dipanggil Polrestabes Surabaya
Ket: Korban DIS didampingi kuasa hukum.

Sindikat Post, Surabaya – Perkara pencabulan yang diduga dilakukan oknum perawat RS Haji Surabaya berinisial RZ kepada pasien perempuan berinisial DIS dan telah dilaporkan korban ke Polrestabes Surabaya memasuki babak baru. Oknum perawat dan dokter yang bertugas pada saat dugaan pencabulan terjadi  di panggil Polrestabes Surabaya.

Kabar pemanggilan itu diungkapkan humas RS Haji Surabaya, Djati Setio Putro melalui whatsapp. “Bahwa perawat dan dokter pemeriksa pasien dipanggil oleh polisi. Saya masih sibuk mendampingi dokter dan perawat,” ungkapnya Djati Setio Putro. Jumat (26/2/2021).

Ketika awak media mempertanyakan apakah oknum perawat terduga pencabulan mempunyai capacity building, atau pelatihan kelayakan untuk menjadi perawat, atau  perawat relawan covid, pertanyaan itu tidak dijawab oleh Djati walaupun pesan telah terbaca.

Sementara, narasumber dari Dinas Kesehatan Jawa Timur yang tidak mau disebutkan namanya menerangkan  terkait perekrutan perawat relawan covid yang ada kaitannya dengan SK Menteri merupakan kewenangan masing-masing rumah sakit. Dan penanganan permasalahan keperawatan merupakan wewenang masing-masing rumah sakit, karena masing-masing rumah sakit sudah mempunyai SOP pelayanan.

Dani Wijaya, S.H., Kuasa Hukum korban dari divisi hukum Gerakan Pemuda Daerah (GPD) menyampaikan kalau korban menjalani pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (24/2/2021) pagi, dan menjalani pemeriksaan hingga larut malam, di Polsek Sukolilo. “Polrestabes Surabaya yang notabenenya hanya pinjam tempat pemeriksaan saja,” terang Dani Wijaya. Perihal pinjam tempat di Polsek Sukolilo dibenarkan oleh  SPKT, Aiptu Eki Susono.

Perlu diketahui, dugaan pencabulan terjadi berawal ketika korban tidak sadar diri, pada Minggu, (21/2/2021) sekira jam 03.00 wib, dan korban diantar suami dan temannya untuk berobat ke RS Haji Surabaya. Setelah sampai di RS Haji Surabaya, korban sadar namun kondisi lemas. Lalu korban dibawa ke ruang IGD oleh oknum perawat dengan menggunakan blakar dorong. Setelah didalam ruangan, disitulah terjadi dugaan pencabulan terhadap korban. Korban diduga diremas payudaranya oleh oknum perawat RS Haji Surabaya.

Dari kejadian itu, akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Surabaya dan menerima surat Laporan Polisi Nomor: LP-B/ 172/ II/ RES/ 1.24./ RESKRIM/ SPKT/ Polrestabes Surabaya. @red (sry).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *