BKKBN Jatim Sosialisasi PK dan Pengoptimalan DAK di Wilayah Bakorwil Jember

BKKBN Jatim Sosialisasi PK dan Pengoptimalan DAK di Wilayah Bakorwil Jember

Sindikat Post, Jember –  Dalam rangka mensukseskan Pendataan Keluarga 2021 Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi secara masif ke semua kabupaten dan kota melalui Bakorwil Jawa Timur.

Setelah melakukan sosialisasi di wilayah Bakorwil IV Pamekasan, kali ini Selasa 9 Februari 2021 BKKBN Jawa Timur melakukan sosialisasi Pendataan Keluarga (PK) dan pengoptimalan Dana Alokasi Khusus (DAK) di wilayah Bakorwil V Jember yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo dan Kota Probolinggo.

Kegiatan di lakukan di Kantor Bakorwil V Jember dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Bakorwil V Jember, R Tjahjo Widodo beserta jajaran, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., beserta jajaran, Analis Kebijakan Ahli Utama Setda Jatim, Indra Setiabudi Ranuh, serta perwakilan dari dinas OPD KB di wilayah Bakorwil V Jember.

Dalam pembukaannya Kepala Bakorwil V Jember, Bapak Tjahjo mengatakan untuk menciptakan bangsa yang berkualitas terganggu kelahiran oleh ibu. Kalau anak lahir dalam kondisi kurang sehat maka ini akan menjadi tanggungan keluarga dan juga negara.

“Siapa petugas yang mampu menangani permasalahan keluarga hingga tingkat keluarga, saya pikir tenaga kesehatan belum mampu menjangkau nya yang bisa melakukan nya adalah penyuluh KB beserta kader yang memiliki akses hingga tingkat keluarga. Tugas bapak dan ibu di BKKBN ini benar-benar luar biasa apalagi akan ada tugas dari Bapak Prestasi dalam penanganan kasus stunting,” terangnya.

“Covid memiliki dampak yang luar biasa pada kesejahteraan dan banyak permasalahan di dalam keluarga. BKKBN, DP3AK dan Bakorwil telah bekerja sama membentuk desk Cconseling paripurna jadi apabila ada permasalahan keluarga maka BKKBN, dinas P3AK dan Bakorwil siap saling berkerja sama dalam menyelesaikan permasalahan itu. Bakorwil tempat untuk belajar, bila ada pasukan tim atau binaan dari bapak ibu OPD kabupaten kota ini ingin belajar pengembangan sistem pembelajaran, pemasaran, melalui sistem online silahkan kami siap memfasilitasi,” jelasnya.

“Kami usulkan kita dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi melalui kegiatan pendampingan dari mahasiswa nya kepada masing-masing keluarga atau ibu hamil agar mengawal mereka mulai memperhatikan kesehatan, kebutuhan gizi, perkembangan bayi, saya yakin ini bisa membantu penanaman stunting mulai dari hal hal kecil ini harus kita lakukan agar dapat sukses dalam penanganan stunting,” urainya.

Swmentara itu, Pak Teguh Kaper BKKBN provinsi Jawa Timur mengungkapkan pertemuan hari ini ada dua topik yang akan diskusikan menjadi isu besar nasional.

“Pertama pendataan keluarga. Dulu pendataan ini dilakukan setiap tahun akan tetapi sekarang dilakukan setiap 5 tahun sekali. Pendataan ini sifatnya sensus, dimana setiap keluarga akan dilakukan pendataan keluarga. Kurang lebih di jawa timur ada sekitar 12 juta keluarga hasilnya adalah Basis Data Keluarga Indonesia,” urai pak Teguh.

Pendataan tahun ini selain mendata kependudukan, keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga kita juga akan mendata balita dan baduta yang memiliki kecenderungan menderita stunting dari.

“Data ini kita akan dapat melihat pemetaan stunting dan dapat kita gunakan untuk mengambil langkah intervensi. Selain itu pendataan ini juga akan mengukur indeks pembangunan keluarga. Karena strategis nya pendataan ini maka ini perlunya dukungan dari bapak bapak dan ibu semua nya,” terangnya.

Pak Teguh menerangkan isu yang kedua adalah dukungan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021 untuk mengawal program program unggulan nasional bkkbn di dukung dana alokasi khusus baik fisik dan non fisik. Pagu tahun ini naik dari tahun sebelumnya kenaikan angka ini karena ada prioritas prioritas tertentu yang harus didukung dalam pencapaian nya seperti pelayanan KB, pembangunan keluarga, pembinaan generasi muda, dan menu khusus untuk mendukung penurunan stunting.

“Untuk ini semua peran OPD KB jauh lebih strategis daripada kami, kami hanya akan mendampingi. Untuk itu hari ini kita bertemu bersama kami harapkan mampu melakukan diskusi secara teknis bertukar pikiran,” pungkas Pak Teguh.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan oleh pembinaan teknis Pendataan Keluarga dan Pemaksimalan Dana Alokasi Khusus

Dalam Penjelasan teknis PK 2021, Koordinator Bidang Adpin Ibu Sofya Hanik menerangkan untuk stunting kader bisa mengambil data dari posyandu. Nanti akan ada surat edaran untuk komitmen agar bagaimana teman teman kader dapat mendapatkan data tersebut dengan lebih mudah. Di Jawa Timur saat pemetaan data yang akan menggunakan formulir adalah 18% sedangkan yang menggunakan smartphone 82%.

“Kami sudah melakukan ujicoba dan para kader sudah mampu mengoperasionalkan smartphone dan lebih suka menggunakan smartphone karena lebih cepat. Pengolahan data dilakukan di tingkat kecamatan. Bkkbn tidak memfasilitasi smartphone dan juga paket data karena pendataan nya secara offline sedangkan pelaporan nya melalui balai penyuluhan secara online jadi untuk fasilitasi internet sudah melekat di balai penyuluhan,” urainya

“Saat ini kami sudah melakukan persiapan dengan melakukan orientasi kepada perwakilan kabupaten dan kota harapan nya setelah ini yang sudah mengikuti pelatihan langsung mengadakan pelatihan di tingkat kabupaten dan kota. Harapannya Maret orientasi baik kepada PKB dan tim teknis dari kader sudah selesai,” pungkas ibu Sofya Hanik.

Sementara itu dalam paparan pemaksimalan dana alokasi khusus Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur Bapak Shodiqin, S.H., M.M., menerangkan ada beberapa serapan DAK baik fisik maupun non fisik yang realisasinya nya masih 0%. Hal ini mungkin memang belum dilaksanakan atau sudah dilaksanakan tetapi belum terlaporkan misal kemarin ada kasus di sampang dimana dikarenakan dinas nya merger dengan dinas lain maka kegiatan yang telah dilaksanakan menggunakan dana dak laporan nya masih terhambat semoga segera dilaksanakan,” terangnya.

“Harapannya untuk tahun 2021 serapan dana dak ini menjadi lebih baik terutama yang masih belum ada penyerapan semoga tahun 2021 bisa bangkit dan memaksimalkan anggaran tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *