Program BKKBN Pendataan Keluarga dan Menjadi Leading sektor Penurunan Stunting Didukung Penuh Pemprov.Jatim

Program BKKBN Pendataan Keluarga dan Menjadi Leading sektor Penurunan Stunting Didukung Penuh Pemprov.Jatim

Sindikat Post, Malang – Unit Pelayanan Terpadu (UPT)  Balai Diklat KKB Malang menjadi tempat kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Desk Konseling Paripurna Perubahan Perilaku Masyarakat masyarakat Jawa Timur yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pemberdayaan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur. Rabu (3/2/2021).

Dalam kegiatan tersebut hadir secara langsung Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Dr.Andriyanto, S.H., M.Kes., Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Drs Benny Sampirwanto, M.Si., Kepala Bakorwil Jember R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum, Kepala Bakorwil Malang Drs. Sjaichul Ghulam, M.M., Analis Kebijakan Ahli Utama pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Indra Setiabudi Ranuh, S.H., CN., M.Si., Sekretaris BKKBN Jawa Timur Shodiqin, S.H., M.M., Kepala UPT Balai KKB Malang Nyigit Wudi Amini, S.Sos., MSc., serta dihadiri oleh jajaran perwakilan Bakorwil se Jawa Timur dan Jajaran Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menyampaikan terimakasih telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Desk Konseling yang bertempat di UPT Balai KKB Malang sekaligus menyatakan komitmen untuk terus mendukung program-program Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

“Terimakasih telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bagi kami kegiatan ini adalah kesempatan mensinergikan atau “rembug nyekrup” agar mampu mengkoordinasikan program bersama. BKKBN diberikan mandat tambahan sebagaimana kemarin pesan dari Bapak Presiden bahwa BKKBN akan menjadi leading sektor penurunan stunting, targetnya 14% pada tahun 2024 nanti. Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah belum adanya data real mengenai stunting,” ungkap Pak Teguh mengawali pembukaan kegiatan.

“Selain itu kami akan melaksanakan tugas besar yaitu pelaksanaan pendataan keluarga 2021. Alhamdulillah, Dinas P3AK Jawa Timur telah berkomitmen untuk memberikan dukungan dengan membantu menerbitkan surat Edaran dari Gubernur kepada Bupati dan Walikota untuk membantu mensukseskan Pendataan Keluarga ini. Di Indonesia baru Jawa Timur mampu menerbitkan dukungan surat edaran ini, kami akan melakukan pertemuan teknis mengundang Kepala OPD KB di seluruh Jawa Timur mengenai persiapan operasional tentang pendataan keluarga ini,” lanjut Pak Teguh.

“Untuk itu sebelum mengawali kegiatan ini, kami ingin matur dari awal , bahwa BKKBN ingin melakukan pertemuan teknis per wilayah melalui Bakorwil, kami ingin membicarakan hal teknis perihal Pendataan Keluarga ini, prinsipnya BKKBN akan selalu mendukung dan proaktif terhadap kebijakan pemerintah daerah di Jawa Timur,” pungkas Pak Teguh.

Sementara itu Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur mengungkapkan siap mendukung dan mengajak seluruh Bakorwil Jawa Timur agar membantu mensukseskan Pendataan Keluarga serta Penanganan Stunting di Jawa Timur.

“Kita ada hajat besar yaitu Pendataan Keluarga. Ini hajat BKKBN dimana output datanya dapat kita nikmati bersama, akan tidak elok apabila Pendataan Keluarga ini yang datanya nanti akan dinikmati bersama, tetapi kita hanya duduk saya tanpa membantu. Untuk itu saya mengajukan dukungan dari Ibu Gubernur dan Alhamdulillah di buatkan surat edaran,” ujar Pak Andri sapaan akrab kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur.

“Selain memiliki hajat Pendataan Keluarga di sisi lain BKKBN ditunjuk sebagai leading sektor untuk penurunan angka stunting ini adalah momen yang tepat. Mengingat luasnya wilayah dan banyak nya penduduk Jawa Timur sangat tepat apabila pendekatan dilakukan secara kewilayahan. Mohon bisa dioptimalkan teman teman Bakorwil ini untuk mensukseskan program tersebut,” pungkasnya.

Selanjutnya Pak Andriyanto juga menyoroti penanganan stunting yang selama ini dinilainya kurang tepat sasaran mengingat masih dilakukan secara parsial.

“Program ini sering dilakukan secara parsial jarang di lakukan secara komprehensif. Selama ini terlihat kurang berhasil untuk itu kita harus menciptakan sebuah pilot project yang dikelola secara komprehensif, Misalnya kita menggerakkan volunteer di setiap Kecamatan untuk terus mendata,memantau, memonitoring kasus stunting,” terang pak Andri.

Dukungan juga diberikan oleh jajaran Bakorwil di Jawa Timur. “Kami Bakorwil siap mendukung program BKKBN, di Universitas jember ada FKM dan teman-teman siap mendapatkan tugas untuk mengawal setiap dan mendamping Ibu Hamil melalui KKN di setiap wilayah Bakorwil V Jember,” ujar Pak Tjahjo Kepala Bakorwil V Jember.

“Untuk menangani stunting saya setuju bila pendekatan dilakukan secara kewilayahan, Stunting tidak lepas dari peran Bidan, bidan harus dilatih bagaimana membantu kita mengurangi kematian dan mengurangi stunting. Tugas sentral bakorwil adalah mengisi tugas-tugas yang tidak tercover oleh dinas atau lembaga pemerintahan misalnya kegiatan pendataan keluarga BKKBN ini, pada prinsipnya kami siap membantu mensukseskannya,” pungkas Pak Indra Setiabudi yang sempat menjabat sebagai kepala Bakorwil III Pamekasan.

Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur juga siap memberikan dukungan Pendataan Keluarga 2021 serta penanganan stunting melalui media massa yang dimilikinya. “Kami akan terus mendukung kegiatan Pendataan Keluarga dan juga penurunan angka stunting ini melalui media masa yang selama ini juga kami optimalkan dalam mengamati perubahan perilaku masyarakat” ujar Pak Benny Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.

Selain kegiatan rapat koordinasi desk konseling paripurna perubahan perilaku juga dilaksanakan Program siaran berjaringan ekonomi jatim bangkit secara langsung melalui jaringan radio RRI yang disiarkan di seluruh Jawa Timur. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *