PH Korban Penganiayaan Heran, Kasus Kliennya Jadi Kasus Tipiring

PH Korban Penganiayaan Heran, Kasus Kliennya Jadi Kasus Tipiring

Sindikat Post, Sampang – Pada tanggal 27 Januari 2021 lalu, Pengadilan Negeri (PN) Sampang menggelar sidang perkara dugaan penganiayaan dan pengancaman pembunuhan terhadap dua wanita, LS (50) dan RS (64) pekerja buruh tani warga Dusun Pelalangan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, dengan terdakwa MR.

Pada saat sidang dihadiri oleh kedua korban didampingi Dirwaster DPD Lembaga KPK DPD Jawa Timur Habib Gila beserta anggotanya dan beberapa anggota keluarga korban.

Dalam perkara ini, korban mempunyai dua Penasehat Hukum (PH) yakni Nata Saeha Saputra, S.H., M.H., dan Haris. Setelah menerima surat catatan pengadilan, kepada awak media Haris menerangkan bahwa ia merasa heran, perkara yang dianggapnya berat menjadi Tindak pidana ringan (Tipiring).

“Sungguh aneh bahwa sudah jelas si korban dianiaya dan dapat intimidasi dari si pelaku, bisa-bisanya menjadi kasus tipiring. Kami sangat kecewa dengan hasil penyelidikan dari pihak kepolisian yang bersikukuh menetapkan si pelaku hanya tipiring, sudah jelas bahwa si korban mengalami luka lebam sampai tidak bisa bekerja lagi selama 20 hari dan satunya tidak bisa bekerja selama 7 hari,”  ungkap Haris. Kamis (4/2/2021).

“Selama persidangan kami amati Jaksa seperti memutar-mutar pertanyaan kepada si korban. Alhamdulillah akhirnya Hakim menolak kasus tipiring tersebut yang di terapkan oleh penyidik kepolisian Polres Sampang dan memutuskan sidang di tunda. Hakim juga meminta kepada semua yang terkait untuk membuktikan serta mendatangkan para ahli untuk sidang yang kedua,” ujarnya.

Dikesempatan berbeda, Dirwaster DPD Lembaga KPK DPD Jawa Timur Habib Gila angkat bicara. “Kami akan mengawal terus kasus ini hingga si pelaku di hukum yang setimpal, seenaknya saja sudah jelas kasus pidana berat kok bisa jadi tipiring apalagi ada intimidasi si pelaku ngomong, biar mati pun gak apa apa,” ujarnya.

“Jika nanti dalam persidangan kedua masih di putuskan sebagai kasus tipiring. Kami akan melayangkan surat ke Pengadilan dan ke Polda Jatim. Apakah seperti ini hukum yang ada di negeri tercinta Indonesia, tajam ke bawah,” pungkas Habib Gila. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *