Ungguli 5 Calon Lainnya, Laporta Calon Kuat Jadi Presiden Barcelona

Ungguli 5 Calon Lainnya, Laporta Calon Kuat Jadi Presiden Barcelona

Sindikat Post, Indonesia – Satu per satu kandidat Presiden Barcelona berguguran. Menyisakan 5 kandidat dengan Joan Laporta menjadi calon terkuat jadi presiden Barcelona.

Benedito dan Riera jadi kandidat Presiden Barcelona yang tereliminasi paling awal. Keduanya harus mengubur mimpi karena tak mampu mengumpulkan 2.257 tanda tangan socio yang harus diajukan kepada klub pada Senin (11/1/2021).

Kegagalan yang sama dialami kemudian oleh Jordi Farre dan Fernandez Ala. Kegagalan Farre dalam upaya menjadi Presiden El Barca diungkap RAC1. Adapun kegagalan Ala dirilis pertama oleh wartawan ESPN, Samuel Marsden.

Kegagalan keempat kandidat itu mengumpulkan 2.257 tanda tangan socio Barcelona membuat persaingan kian mengerucut. Kini, tinggal tersisa lima kandidat. Mereka adalah Joan Laporta, Victor Font, Toni Freixa, Emili Rousaud, dan Xavi Vilajoana.

Kelima kandidat itu akan saling sikut demi naik ke kursi Presiden El Barca yang sementara ini diisi Carles Tusquets. Dia menjadi presiden interim setelah Josep Maria Bartomeu mengundurkan diri atas tekanan dari para socio yang mengajukan mosi tidak percaya.

Di antara lima kandidat Presiden Barcelona tersisa, Joan Laporta bisa dikatakan berada di atas angin pada saat ini. Pasalnya, dialah pengoleksi tanda tangan terbanyak. Ada 10.257 socio yang memberikan dukungan kepada dia untuk maju pada kontentasi kali ini.

Hal itu tidaklah mengherankan. Bagaimanapun, Laporta adalah kandidat yang paling jorjoran dan menggebu-gebu. Selain itu, dia juga sudah berpengalaman karena pernah menjadi Presiden El Barca pada 2003 hingga 2010. Pada era kepemimpinannya, Barcelona antara lain 4 kali menjuarai Liga Spanyol dan 2 kali menjadi kampiun Liga Champions.

Pesaing terdekat Laporta dalam pemilihan Presiden Barcelona kali ini adalah Victor Font. Namun, dengan hanya mengoleksi 4.710 tanda tangan socio, dia harus menggandeng kandidat lain demi memberikan tekanan nyata kepada Laporta. Dalam 12 hari ke depan, dia harus bergerilya. Tanpa itu, sangat mungkin Laporta melenggang mulus ke kursi presiden untuk kali kedua. (FS/Shu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *