Dinsos Jatim Luncurkan Lima Inovasi di Tahun 2021

Dinsos Jatim Luncurkan Lima Inovasi di Tahun 2021

Sindikat Post, Surabaya –  Dinsos Jatim Dinsos Jatim ditahun 2021 telah menyiapkan lima inovasi dan penguatan program. Yakni, Jatim Bebas Pasung, Jatim Social Care, Jatim Peduli Anak dan Perempuan, Jatim Home Care, serta Jatim Peduli Lansia dan Disabilitas.

Kadis Sosial jatim Dr Alwi M Hum, di ruang kerjanya Selasa (12/1/2021) menegaskan, pada 2021 pihaknya akan terus melanjutkan pembebasan korban pasung. Dia menjelaskan, saat ini terdapat 334 korban pasung di Jatim. Pada tahun 2020, program ini belum berjalan optimal karena adanya pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, pihaknya akan melakukan percepatan program sehingga target zero pasung pada 2023 dapat tercapai. Menurutnya, pemasungan dapat menghambat peningkatan kesejahteraan sosial. Jika pasung dihilangkan, maka diharapkan dapat bantu mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sementara Jatim Social Care merupakan program yang memberikan respon cepat terhadap penanganan PPKS melalui pendekatan media sosial. Program yang melibatkan pilar-pilar sosial ini diluncurkan untuk menjawab pesatnya informasi di era media sosial ini.

Inovasi selanjutnya adalah Jatim Peduli Anak dan Perempuan. Melalui program ini, Dinsos Jatim membentuk shelter untuk memberikan pelayanan dan pendampingan pada anak dan perempuan korban kekerasan.

Shelter ini ditempatkan di empat UPT. Yakni, UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu, UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra Surabaya, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kediri, dan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Sumenep.

“Selain memberikan pendampingan, shelter ini juga memberi pelayanan trauma healing dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim dan relawan sosial,” jelasnya.

Inovasi ketiga yang diluncurkan Dinsos Jatim, Jatim Peduli Disabilitas yang merupakan penguatan program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB). Jika pada tahun 2020 jumlah penerima bantuan ini sejumlah 3 ribu orang, maka pada tahun 2021, penerima bantuan bertambah menjadi 4 ribu orang dengan jumlah bantuan tetap Rp 300 ribu per bulan.

“Bantuan ini diharapkan dapat menopang kehidupan mereka sehingga bisa sejahtera,” harap Alwi.

Selanjutnya, program Jatim Home Care yang merupakan pelayanan yang dilakukan UPT Dinsos kepada klien di luar panti atau UPT. Ada empat UPT yang memberikan layanan ini. Yakni, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang dengan program Janeta yang menjangkau tuna netra di luar panti, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan yang menjangkau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melalui program Kacamata BL Pras, UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Magetan melalui program Amalia Rosa yang menjangkau lansia yang tidak tertampung panti, dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Lara Kronis Tuban yang memberikan layanan home care pada penderita kusta di luar panti. @red (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *