Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional Digelar di Surabaya

Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional Digelar di Surabaya

Sindikat Post, Surabaya – Kota Surabaya menjadi tempat terakhir gelaran focus group discussion (FGD) Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional yang di buka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainuddin Amali, Sabtu (9/1/2021) malam, di hotel JW Marriot Surabaya.

Menpora Zainuddin Amali mengatakan kegiatan ini perjalanan lanjutan setelah dilakukan FGD diberbagai provinsi di Indonesia dengan melibatkan para tenaga ahli di bidang olahraga, para dosen, para pengurus olahraga, sampai kalangan masyarakat dimintai pendapat terkait sistem keolahragaan nasional.

Ia menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya dari pemerintah untuk memperbaiki sistem keolahragaan di Indonesia. Terutama, dalam hal mencetak atlet-atlet berkaliber internasional.

“Nantinya begitu final maka grand design ini hasil semua, bukan hasil Kemenpora saja tapi semua stakeholder,” kata Menpora ketika membuka kegiatan.

Sebab, menurut ZA panggilan akrab Zainudin Amali, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar sekitar 270 juta penduduk. Namun entah kenapa sampai saat ini masih sulit mendapat atlet-atlet yang berprestasi di tingkat internasional.

“Bendera Indonesia dapat berkibar dan Indonesia Raya berkumandang di luar negeri hanya ada dua cara. Pertama, ketika kedatangan Presiden saat berkunjung ke negara lain, dan kedua ketika atlet Indonesia saat bertanding di luar negeri/ event internasional bisa menjadi juara,” terangnya.

“Tak hanya sekadar mencetak atlet berprestasi, dengan grand design yang nanti dihasilkan diharapkan dapat juga mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter baik. Seperti contoh beberapa tahun yang lalu kita ingat ada Zohri (juara dunia atletik junior) yang bisa berprestasi dan kita bangga. Ini yang harus kita pikirkan bagaimana agar ada pelapis seperti Zohri. Talenta kita banyak, penduduk kita 270 juta masak sih kita cari bibit talenta yang baik gak bisa dapat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas digelarnya kegiatan tersebut. Lebih-lebih dilaksanakan di Jatim yang dikenal sebagai gudang prestasi olahraga Indonesia.
Karena itu, Emil sangat mendukung kegiatan ini dan bahkan dapat dibuat kurikulum khusus olahraga karena ada SMANOR yang merupakan sekolah olahraga. Dengan kurikulum itu, maka pembinaan bisa berjalan lebih baik.

“Di Jatim kami ada namanya Nawa Bhakti Satya, salah satunya ada Jatim Harmoni. Prinsipnya bahwa pembangunan ini tidak hanya fokus soal materi, tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan karakter kebudayaan, sportifitas, disiplin masyarakat,” ujarnya.

Sementara Rektor Unesa Prof Nurhasan menyampaikan sangat bersyukur dan terima kasih pada pemerintah pusat (Menpora) atas kepercayaannya Surabaya di jadikan tempat terakhir dalam Finalisasi Grand Design Keolahragaan Nasional.

“Ini merupakan momentum yang harus di lakukan Bersama bergerak Bersama-sama semua steakholder kita libatkan guru besar olahraga steakholder keolahragaan untuk ilmu keolahragaan agar kedepan Indonesia lebih baik,” terangnya.

“Bagaimana SDM olahraga lebih Tangguh, SDM unggul dan ujung tombaknya yaitu olahraga yaitu Menpora RI, Komisi X DPR, Pemerintah Jatim berani berinovasi dan berkreasi untuk beradaptasi di era ini pada intinya untuk kemajuan di bidang olahraga,” pungkasnya.

Kesempatan yang sama, wakil ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, memberikan dukungan penuh pada pemerintah Provinsi Jatim dalam hal ini Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil E Dardak terhadap rencana Grand Design Keolahragaan Nasional yang tentu menjadi semua harapan bagi Indonesia semakin bermartabat di mata dunia dan kesejahteraan atlet semakin baik. @red (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *