RSUD dr Iskak Tulungagung, “Nilai Fantastis” Rp 2,22 Triliun Pagu Pengadaan 4 Ventilator Infant untuk Pasien Covid 19

RSUD dr Iskak Tulungagung, “Nilai Fantastis” Rp 2,22 Triliun Pagu Pengadaan 4 Ventilator Infant untuk Pasien Covid 19

Sindikat Post, Tulungagung – Belanja modal (BLUD) dalam rangka penanganan Covid-19 RSUD dr Iskak Tulungagung  tentang pengadaan alat kedokteran berupa ventilator Infant membuat semua orang yang mengetahuinya akan terkaget-kaget. Ventilator yang bisa digunakan untuk pasien Infant dengan jumlah 4 unit diruang isolasi dipagu dengan nilai yang fantastis, yakni Rp. 2,22 Triliun.

Dari penelusuran awak media, harga ventilator yang dijual dipasaran 1 unit didalam kisaran harga dibawah Rp. 1 Miliar. Sedangkan dari penemuan,  data yang diumumkan secara nasional tercantum pagu sebesar Rp 2,22 Triliun untuk 4 unit Ventilator Infant, jadi jika dibagi, 1 unit ventilator infant dengan pagu lebih dari Rp 500 Miliar, angka yang membuat orang melihat akan terkejut.

Dari data yang didapat, awak media melakukan konfirmasi kepada humas RSUD. dr. Iskak Kabupaten Tulungagung, Mochammad Rifai tentang nilai yang fantastis pengadaan ventilator Infant tersebut.

“Koyoe kok salah, pendapatan rumah sakit wae setahun mung Rp 280 Milliar. Anggaran kabupaten Tulungagung ae total Rp 2 Triliun sekian. Coba ta tanyakan,” jawab Rifai via pesan WhatsApp. Rabu (6/1/2021) pukul 20.45 Wib.

“Salah input data di sirup. Sirup itu sistem informasi rencana umum pengadaan. Namun demikian Proses pengadaan tetap mengacu pada Pagu definitif yang telah d tetapkan kementerian/Pemda terkait,” terang Rifai.

Ketika ditanya berapa harga 4 unit Ventilator yang sebenarnya, Rifai menjawab Rp 2,2 Milyar. “Yang benar 2,2 M,” jawabnya.

“Kesalahan pada input data sirup Tidak mempengaruhi nilai total kontraktual yang telah terjadi. Karena kontraktual tersebut telah dikunci dan mengacu pada pagu definitif yang telah ditetapkan kementerian / pemda, yaitu ada item belanja-jumlah dan nominal,” terangnya.

Perlu diketahui, Dari keterangan tertulis di SiRUP. Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung dengan satuan kerja RSUD. dr Iskak, melakukan pengadaan alat kedokteran berupa Ventilator alat bantu nafas berupa mesin yang membantu proses pernapasan pasien yang mengalami gagal napas digunakan di ruang isolasi, utamanya adalah pasien dengan suspect/positif Covid 19 yang dirawat.  Dan digunakan untuk pasien Infant dengan jumlah 4 unit diruang isolasi.

Total pagu yang tertulis adalah Rp. 2.220.000.000.000 (Rp. 2,22 Triliun) dengan metode pemilihan E-Purchasing. Dengan jadwal pelaksana kontrak mulai bulan November 2020 dan berakhir bulan Desember 2020. Serta jadwal pemilihan penyedia mulai bulan November 2020 dan akhir bulan November 2020.

Awak media akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait  tentang salah input memasukan pagu Rp. 2,2 Miliar menjadi Rp. 2,22 Triliun. Mengingat bahwa pagu yang dianggap salah input itu telah tertulis secara nasional. Dan yang menjadi suatu pertanyaan, kenapa  sampai akhir pengadaan barang dan hingga berita ini dinaikan tidak ada revisi yang dilakukan oleh pihak RSUD. dr Iskak. Ada apa?. @red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *