Polisi Tabanan Bali Tangkap Pelaku Pembawa Kabur Anak Dibawah Umur

Polisi Tabanan Bali Tangkap Pelaku Pembawa Kabur Anak Dibawah Umur

Sindikat Post, Tabanan – Polsek Batutiti dan unit reskrim jajaran Polres Tabanan Polda Bali berhasil membekuk seorang pelaku yang diduga melakukan perbuatan pidana membawa lari anak dibawah umur dan dijadikan budak pemuas nafsu. Korban berinisial NM, perempuan, usia 16 Tahun, pelajar SMP Kelas IX, warga Kec. Batutiti Tabanan Bali.

Pelaku bernama Made Merto, laki-laki, usia 41 Tahun, Desa Toraut, Kec. Dumoga Barat, Kab Bolaang Mongondow, Sulawesi
Utara, asal Bali dibekuk Rabu 14 Oktober 2020, pukul 21.00 Wita.

Penangkapan pelaku atas perintah atau seijin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P. S. Siregar, S.I.K., M.H., dan Kapolsek Batutiti AKP Fachmi Hamdani, S.Psi, S.I.K.

Saat itu didampingi Waka Polsek Batutiti, Kanit Reskrim Polsek Batutiti dan Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I. Nyoman Subagio, S.Sos., menggelar Konference Pers dengan wartawan Cetak, Media Online dan Media Elektronik yang bertempat di Mapolsek Batutiti. Senin (9/11/2020).

Kapolsek Batutiti saat Konferensi Pers menyampaikan, bahwa berawal dari laporan orang tua korban yang menyebutkan, Senin 12 Oktober, pukul 08.00 Wita, anaknya NM meninggalkan rumah tanpa seijin maupun sepengetahuan orang tua dan telah dibawa kabur keluar dari Provinsi Bali, menuju ke Sulawesi Utara oleh terduga pelaku.

Dari laporan itu, segera ditindak lanjuti dengan melakukan maping serangkaian pengembangan giat penyelidikan, untuk mendalami dan menggali keterangan dari para saksi.

Dari hasil Lidik terungkap, ada pesan singkat (SMS) yang telah diterima orang tua korban, yang dikirim pelaku Made Merto Wenten menggunakan HP milik Korban.

Dalam SMS itu mengatakan, yaitu “Swastiastu ibu, bpk, Iluh saat ini ada di Manado, baru turun dari Pesawat dan Iluh baik-baik saja.” (Demikian pesan singkat yang diterima orang tua Korban).

Perihal hasil penyelidikan diketahui terduga pelaku telah kembali ke Bali dengan Korban. Kemudian anggota menindaklanjuti, yang akhirnya pelaku dan korban dapat diamankan di daerah Sukada Buleleng Bali, Rabu 14 Oktober 2020, pukul 21.00 Wita.

Selanjutnya terduga pelaku I Made Merto Wenten dibawa ke Polsek Batutiti. Dari interograsi saat itu pelaku mengakui perbuatannya, yakni tanpa sepengetahuan orang tua korban, membawa lari korban. Bahkan pelaku mengaku sudah beberapa kali dalam melakukan hubungan badan dengan korban.

Korban pun mengaku mau diajak kabur oleh pelaku, karena dibujuk, dirayu, dijanjikan dibelikan sepatu dan dibelikan motor. Bahkan korban dijanjikan akan diberi modal untuk bisnis obat pertanian dan hasil keuntungan diserahkan kepada korban.

Berawal perkenalan keduanya melalui Medsos (Facebook) dan berlanjut berpacaran. Sebelum kabur keduanya mengakui telah 5 kali berhubungan badan layaknya suami istri.

Bahkan korban kembali disetubuhi pada Senin 12 Oktober 2020, pukul 22.00 Wita dan Selasa 13 Oktober 2020, pukul 21.00 Wita, bertempat dirumah Luh Sri Susilawati di Banjar Tukad Juwuk, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali.

Terduga pelaku sementara ditahan di Polsek Baturiti. Pasal yang disangkakan, Pasal 81 Ayat (1) dan (2), Pasal 82 Ayat (1) dan Pasal 83 UU RI Nomor: 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. @bertus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *