Kunjungan Bersejarah Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani Berkunjung ke Sulawesi Tengah, Indonesia

Kunjungan Bersejarah Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani Berkunjung ke Sulawesi Tengah, Indonesia

Sindikat Post, Palu – Tokoh paling berpengaruh, dihormati dan dijunjung tinggi masyarakat Internasional 202 Negara yang Pendiri dan Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani pada Kamis (5/6/2020) pagi, berkunjung ke Sulawesi Tengah, Indonesia.

Kunjungan bersejarah tokoh terbesar di Planet Bumi ini dalam rangka sosialisasi perdamaian yang diselenggarakan Yayasan Mujahidin.

Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani didampingi Direktur Investigasi Agus Hermanto, Direktur Hubungan Antar Lembaga Hasdin Mondika, Direktur Properti Dian Apriyadi. Jam 09.15 waktu Palu, begitu keluar pesawat, Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani tari tarian tradisional Kaili.

Ketua Yayasan Mujahidin Dr Hj Nurbaya didampingi Habib Noval, Zaibal Abidin dan puluhan pengurus teras, mengalungkan selendang warna kuning keemasan. Dilanjutkan pemakaian Mahkota Raja yang khusus dipersembahkan untuk Tokoh Besar.

“Mahkota Raja hanya untuk tokoh tokoh besar, ini Mahkota Sakral,” hebas Habib Noval yang dipanggil Abah oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

Mahkota warna merah dengan untaian emas murni yang selama ini hanya dipakai Raja, khusus disiapkan oleh Para Tokoh Sulawesi Tengah untuk Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani yang membawahi Masyarakat Internasional 202 Negara.

Dari Bandara Internasional Palu, rombongan Presiden Dunia dibawa ziarah ke makam Tokoh Terbesar Sulawesi Tengah Baginda Sis Aljufri yang Pendiri Alkhairat.

Selesai ziarah dilanjutkan makan siang bersama. Lalu sore hari berkunjung dan meeting di Kawasan Gong Perdamaian Nusantara Bukit Tondo Palu, membahas persiapan acara besar di Sulawesi Tengah.

Usai dari Kawasan Gong Perdamaian Nusantara, rombongan Presiden Dunia bersama Para Tokoh Berpengaruh Sulawesi Tengah, makan malam bersama. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *