Oknum Polisi Pinjam Uang Jaminkan Mobil, Ternyata STNK nya Palsu

Oknum Polisi Pinjam Uang Jaminkan Mobil, Ternyata STNK nya Palsu

Sindikat Post, Surabaya – Niat hati menolong, malah jadi bumerang, hal itu dialami Haji Yudi warga Surabaya. Haji Yudi datang di kantor Lembakum Indonesia, jalan Wonorejo IV/66A, Surabaya, dengan tujuan berkonsultasi hukum terkait permasalahan yang dialaminya. Senin (12/10/2020) malam.

Haji Yudi menceritakan, bahwa ia di datangi kenalannya, seorang oknum polisi bernama Ferry yang mengaku dinas di Polres Bangkalan, Polda Jatim, yang dimintai tolong temannya yang diduga juga seorang polisi berdinas di Polres Bangkalan, untuk bisa mencarikan pinjaman uang dengan menawarkan menjaminkan mobilnya.

Akhirnya Haji Yudi memperkenalkan orang yang mau membantu meminjamkan uang. “Ferry datang ke saya kurang lebih sebulan yang lalu, dan meminta tolong mencarikan orang untuk bisa meminjamkan uang dengan menawarkan menjaminkan mobil milik temannya yang juga dinas di Polres Bangkalan sama dengan Ferry. Akhirnya saya perkenalkan dengan teman saya, dan dipinjami uang sebesar Rp 20 juta,” ungkap Haji Yudi. Senin (12/10/2020).

“Waktu itu Ferry bilang mobil Honda Jazz nomor Polisi L 1385 LT warna biru metalik tahun pembuatan 2005 itu ada BPKB nya, dan suratnya lengkap. Akan tetapi pada tanggal 1 Oktober 2020, mobil jazz itu di kendarai teman saya dicegat dan disita sama polisi Speed Polrestabes Surabaya. Dengan dasar bahwa STNK mobil yang dibawa itu Aspal (Asli tapi Palsu),” tambah Haji Yudi.

Haji Yudi menceritakan, bahwa temannya yang meminjamkan uang tersebut minta uangnya dikembalikan. “Sering saya hubungi Ferry untuk mengembalikan uangnya. Akan tetapi sudah 10 hari lebih tidak dikembalikan, Ferry mengatakan uangnya dikembalikan tetapi saya harus bertanggung jawab terhadap mobil yang disita polisi,” tambah Haji Yudi.

Terkait permintaan itu, Haji Yudi menolak, karena mobil disita polisi karena STNK nya aspal, berbanding terbalik dengan perkataan Ferry kalau mobil Honda Jazz tersebut suratnya lengkap ada BPKB nya.

“Bukan salah saya, disita STNK nya aspal, padahal awal Ferry bilang suratnya lengkap ada BPKB nya,” tambahnya.

Untuk menelusuri permasalahan itu, awak media melakukan konfirmasi kepada Ferry pada hari Senin (12/10/2020), dan Ferry bilang memang benar ia dinas di Polres Bangkalan dan ia juga bilang kooperatif untuk menyelesaikan masalah ini. Pada hari Selasa (13/10/2020) awak media melakukan janjian bertemu dengan Ferry, akan tetapi Ferry tidak hadir.

Dari surat Berita acara serah terima penitipan kendaraan yang dikeluarkan polisi Polrestabes Surabaya dengan nomor: BASTPK/ 01/X/ 2020/ Satlantas. Tertulis STNK/ Pajak Aspal, dan kendaraan serta suratnya diamankan sebagai barang bukti diduga adanya tindak pidana pasal 263 KUHP.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, hari ini (Selasa, 14/10/2020), ketika dikonfirmasi terkait mobil tersebut apakah masih diamankan Satlantas Polrestabes Surabaya, beliau menjawab akan dicek.

Awak media akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang permasalahan STNK palsu yang diduga milik oknum polisi, sehingga bisa jelas permasalahan yang sebenarnya. @red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *