Spirit of Majapahit Muncul Tahun 2025 Membawa Indonesia ke Zaman Kala Cakra dan Kala Sutra

Spirit of Majapahit Muncul Tahun 2025 Membawa Indonesia ke Zaman Kala Cakra dan Kala Sutra

Sindikat Post, Surabaya – MNg. Indra Moesaffa, S.H., M.H., Penggiat Kebudayaan dan Pelaku Spiritual asal Surabaya yang berdomisili di Mojokerto, Jawa Timur, menceritakan ke media ini, bahwa setelah mengadakan perenungan dipetilasan Raja Hayam Wuruk di desa Panggih kecamatan Trowulan, Mojokerto pada hari Sabtu (12/9/2020) mulai malam hingga pagi hari. Ia mendapat Isyaroh bahwa Spirit of Majapahit akan mulai muncul di bumi Nusantara pada tahun 2025.

Indra menjelaskan bahwa pada mendatang, Indonesia akan masuk dalam zaman kala Cakra dan kala Sutra seperti yang disebutkan oleh Praboe Sri Aji Joyoboyo. Saat itu Indonesia mendapatkan zaman suka cita dan ketenaran, karena munculnya Spirit of Majapahit.

“Dari perenungan saya di petilasan Raja Hayam Wuruk, saya mendapat Isyaroh bahwa tahun 2025 Spirit Of Majapahit akan muncul. 2025 dengan jumlah 9 berarti Kemulyaan. Sesuai mitos, bahwa setelah 500 tahun Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1525 Masehi, Spiritnya akan muncul di bumi Nusantara. Dan sesuai hitungan akan muncul pada tahun 2025, persis dengan Isyaroh yang saya dapat,” ungkap Indra, Rabu (16/9/2020).

Menuju tahun 2025, semua pihak, baik Pemkab, dewan adat serta semua elemen masyarakat dari komunitas budaya, agama, sosial serta masyarakat grass root dengan Spirit of Majapahit akan ada gerakan moral bisa merubah nama kabupaten Mojokerto menjadi kabupaten Mojopahit.

“Karena yang merubah nama Japan menjadi Mojokerto adalah Gubernur Hindia Belanda, Stamford Rafles sekitar tahun 1817 yang sebenarnya masih ada ada desa dusun Mojopahit. Karena penjajah ingin agar masyarakat melupakan dan juga untuk menghapus dan menghilangkan sejarah kebesaran dan peradaban Kerajaan Majapahit yang tidak pernah terjajah oleh kerajaan lain pada masanya, sehingga Stamford Rafles merubah dengan nama Mojokerto,” ungkap Indra.

“Sebetulnya kabupaten Japan dulu termasuk bagian dari kesultanan Yogyakarta karena ada pemberontakan etnis di batavia menyebar ke seluruh Jawa, Blora, Kedu, Japan, dan harus diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Dengan perenungan tersebut saya merasa yakin nama Mojokerto bisa dirubah menjadi Majapahit terkait sejarah Majapahit di Mojokerto/ Trowulan dan semua tergantung masyarakat dan pemerintah daerah dan pusat yang telah terpatri dalam hati nama Majapahit. Seperti Ujung Pandang menjadi Makasar, Ciamis menjadi Galuh, kerajaan Kediri, Singosari, Banten, Demak, Kutai, Klungkung, Karangasem, dan seterusnya,”

“Pemimpin masa depan akan mempunyai kedekatan keluarga dengan kesultanan Yogyakarta. Sesuai Isyaroh-isyaroh yang kami dapatkan dalam perenungan-perenungan di Hayam Wuruk. semoga Tuhan Beserta Kita,” pungkas Indra. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *