Prof. Haryono Suyono: 100 Hari Lalu, Istri, Ibu, Nenek Tercinta Menghadap Tuhan Yang Maha Esa

Prof. Haryono Suyono: 100 Hari Lalu, Istri, Ibu, Nenek Tercinta Menghadap Tuhan Yang Maha Esa

Sindikat Post, Jakarta –
Seratus hari lalu, tepatnya tanggal 7 Juni 2020, istri, ibu, nenek kami tercinta Astuty Hasinah Haryono Suyono binti Mohammad Hasyim, setelah menderita sakit bertahun-tahun dan akhirnya keluar masuk rumah sakit untuk dirawat selama tiga bulan terakhir, meninggalkan kita semua dengan tenang.

Jenazah beliau dengan penuh rasa cinta, duka dan kehormatan di siapkan dengan sangat baik oleh saudara, kerabat, dan handai taulan yang sangat cinta dan menghormati beliau dengan baik.

Setelah semuanya paripurna dan jenazah Ibu kelihatan mulus, cantik, senyum menerima kedatangan tamu yang datang mengantar dengan doa khusuk. Adik kami mas Sutarto Alimoeso, mewakili kami dan anak-anak yang tidak tahan menahan kesedihan, menyerahkan jenazah almarhumah Ibu Astuty kepada pemerintah yang diwakili oleh Bapak Menteri PAN, Tjahyo Kumolo, untuk dimakamkan di Makam Pahlawan Nasional Kali Bata di Jakarta.

Alhamdulillah beliau mendapat kehormatan Negara karena selama hidupnya ikut berjuang bersama suami dan kawan-kawan membangun bangsa dengan penuh cinta kasih dan ikhlas sehingga mendapat penghargaan Negara melalui Presiden RI berupa Bintang Maha Putera Utama yang sangat berharga.

Di luar dugaan, dalam suasana Pandemi Corona, halaman dan jalan di depan rumah penuh dengan karangan bunga kiriman para sahabat dan pejabat yang simpati, sehingga penuh haru kami menyaksikan seakan jenazah diantar dari taman bunga indah diiringi pasukan kehormatan militer dan sahabat serta handai taulan yang melimpah ke Makam Pahlawan Kali Bata di Jakarta.

Prosesi menuju ke Makam Pahlawan Kali Bata berjalan lancar. Di halaman makam barisan berhenti sebentar memberikan hormat kepada arwah yang kemungkinan menyambut kedatangan tambahan warga baru jenazah Ibu Astuty yang langsung dibawa masuk ke dalam area makam dengan iringan barisan kehormatan yang mengiringi musik pengiring jenazah dengan sangat anggun dan syahdu.

Di luar dugaan di area makam telah berkumpul ratusan sahabat yang menunggu dengan tertib di muka liang lahat yang dipenuhi barisan kehormatan Militer.

Bapak Dr (H) dr. Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN, mewakili pemerintah bertindak sebagai Inspektur Upacara memimpin upacara pemakaman Ibu Astuty menurut Upacara Militer sebagai penghormatan bagi Penerima Penghargaan Tinggi Negara RI tersebut.

Upacara Pemakaman secara Militer diikuti dengan rasa haru dan kenangan yang indah bagi perjuangan Ibu Astuty yang sangat sederhana tetapi selalu dilakukannya dengan ikhlas sampai akhir hayatnya.

Air mata tidak dapat dibendung, biarpun sudah di tahan dengan sangat keras karena ibu tidak pernah mengeluh dalam berjuang untuk kepentingan rakyat, bahkan sering “mendahului formalitas” yang perlu dilakukan agar menghargai “sopan santun” tidak ada yang “merasa kedahuluan” atau kehormatannya tersinggung.

Saat berikutnya setelah liang kubur di tutup, dan bunga ditaburkan secara resmi oleh Inspektur Upacara dan Wakil Pemerintah, Militer dan keluarga serta kerabat handai taulan, Inspektur Upacara menyerahkan Sang Saka Merah Putih kepada Pak Haryono sebagai suami, yang diterima dengan rasa yang sangat haru dan terhormat atas pengabdian istri tercintanya dipendam sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa perjuangan Ibu Astuty di catat dengan penuh kehormatan melalui pemakaman yang sangat terhormat.

Penyerahan bendera Merah Putih menandai rasa hormat dan terima kasih Negara dan Bangsa ini kepada almarhumah dan seluruh keluarga.

Selanjutnya tidak bisa di tahan lagi, para tamu yang mengiringi upacara satu demi satu mengucapkan bela sungkawa kepada pak Haryono dan keluarga disertai doa yang khusuk kepada almarhumah. Sampai hari ini peristiwa itu tidak bisa di lupakan

Bersamaan dengan itu, pada peringatan seratus hari wafatnya almarhumah, kami pak Haryono, mbak Ria, mbak Dewi, mas Fajar dan mbak Rina beserta suami, anak-anak, cucu dan cicit, tidak mengundang berkumpul, tetapi pagi-pagi sudah ziarah ke Makam Kali Bata, dan seluruh keluarga mengucapkan terima kasih yang tidak ada batasnya dan memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan almarhumah serta mohon diberikan kiriman doa bagi almarhumah agar segala dosanya diampunkan dan beliau ditempatkan di sisi Nya di tempat yang sebaik-baiknya. Aamiin YRA. @red (penulis Prof. Haryono Suyono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *