KKN Kuliah Merdeka Universitas Batanghari pada Masa Pandemi di Jambi

KKN Kuliah Merdeka Universitas Batanghari pada Masa Pandemi di Jambi

Sindikat Post, Jambi –  Pagi hari Rabu, 15 September 2020, mulai pukul 08.30 WIB, melalui Sistem Zoom yang dikelola dari Kampus Universitas Batanghari, Jambi, Tim (Kuliah Kerja Nyata) KKN yang dipimpin oleh Dr. Ir. Fachroerrozi Hoesni, M.Si., membuka Pertemuan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, Dekan dan Rektor yang menurut rencana akan mengadakan kegiatan KKN atau dewasa ini bisa disebut sebagai Kuliah Merdeka di suatu Kabupaten di provinsi Jambi.

Bagi Universitas Batanghari, KKN tersebut selalu rutin diadakan setiap tahun, dan untuk tahun ini, pertama kali persiapan dan pembekalan bagi para mahasiswa dilakukan dengan sistem daring yaitu melalui sistem Zoom dengan mengundang nara sumber utama Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT. KKN di masa lalu juga mengundang Prof. Dr. Haryono Suyono sebagai Ketua Yayasan Damandiri atau Pembina Yayasan Anugerah Kencana Buana di Jakarta dalam rangka pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di desa-desa.

Setelah pembukaan dan laporan dari Ketua LPPM Bapak Fahrul Rozi acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil BPJS, Bapak Hadi yang menjadi salah satu pendukung berupa perlindungan kepada para mahasiswa dan dosen yang melakukan kegiatan ke desa-desa dengan harapan bahwa kegiatan mahasiswa dan dosen pembimbing itu dijauhkan dari musibah yang tidak dikehendaki.

Suatu program aksi kepada para mahasiswa untuk bekerja hati-hati karena BPJS memberikan pelajaran perlindungan kerja bagi mereka yang bekerja di lapangan dengan risiko.

Prof. Haryono dalam kesempatan sambutan, kemudian memberi komentar agar BPJS ikut memberi sumbangan berupa Masker kepada para mahasiswa untuk dibagikan kepada keluarga prasejahtera agar petunjuk memakai Masker dapat lebih lancar dan mudah diikuti oleh rakyat banyak tanpa kecuali.

Selanjutnya Wakil Bupati Muara Bungo, Bambang Bayu Suseno, S.E,. M.M., M.Si., yang tampil memberikan sambutan atas nama Bupati mengucapkan terima kasih bahwa kabupaten dengan 150 desa, dan 5 kelurahan itu menjadi pusat kegiatan KKN Mahasiswa sekitar dua bulan yang akan datang.

Dengan kedatangan hampir tiga ratus mahasiswa semester ke tujuh itu diharapkan desa-desa dan masyarakat di Kabupaten Muara Bungo akan berubah dan menerima budaya baru dengan norma baru memberikan dukungan ketahanan keluarga hidup berdampingan bersama Virus Corona yang kita belum tahu kapan akan meninggalkan desa-desa di daerah Jambi atau di daerah lainnya.

Suatu budaya baru yang aman dan jauh dari kontaminasi Virus yang berseliweran tetapi menjadi akrab karena semua penduduk meyakini dan melaksanakan anjuran seakan sudah menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-harinya.

Selanjutnya Rektor Universitas Batanghari (Unbari) Jambi, H. Fahruddin Rozi, S.H., M.H., yang sudah sangat akrab membuka dengan menyatakan bahwa Unbari selalu mengadakan kegiatan KKN dengan tema Posdaya dan merasa nyaman karena dengan membentuk kelompok-kelompok Posdaya di desa para mahasiswa dalam terjun dan bergaul bersama masyarakat desa dan memperkenalkan konsep-konsep pembaharuan, dan perubahan sosial di desa tidak dianggap sebagai orang asing.

Mereka merasa nyaman karena perubahan sosial yang di prakarsai oleh mahasiswa seakan datang dari dalam sehingga tidak menimbulkan gejolak dan berlangsung secara mulus dan lestari.

Setelah secara singkat memberikan pesan-pesan kepada para Dosen pengawal dan mahasiswa KKN, maka Rektor tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati dan Wakil BPJS yang bertindak sebagai sponsor dan secara resmi membuka KKN ke Muara Bungo itu secara resmi.

Selanjutnya moderator mempersilahkan Prof. Dr. Haryono Suyono menyampaikan Paparan pengantar untuk mahasiswa dan dosen KKN 2020 dengan tantangan menciptakan Budaya Baru dengan Norma Baru sebagai jawaban atas serangan Wabah Covig-19 dewasa ini. Peserta nampaknya tidak saja dari Jambi, tetapi ada pejabat dari BPS Jakarta, Ibu Widya, dan aktifis dari Madiun, Ibu Iin Isud Ardhining serta mungkin dari daerah alinnya. Rupanya ada juga yang mewakili para anggota PWRI, dr. Jaoko Rusmoro dari Jakarta, sungguh suatu acara yang menarik khlayak yan luas.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Panitia yang mengundang, pada kehadiran para Dekan dan semua pejabat kehormatan yang hadir, Prof. Dr. Haryono Suyono yang di kalangan Universitas Batanghari telah dikenal luas, mengucapkan terima kasih atas undangan memberikan Pengantar pada Acara KKN tahun 2020 ini. Pertama-tama diingatkan kepada para Dosen Pendamping dan Mahasiswa KKN agar mematuhi semua prosedur kesehatan secara ketat sebagai contoh teladan terpuji untuk seluruh warga desa yang dikunjungi.

Lebih dari itu setiap mahasiswa harus memegang teguh rasa percaya diri yang tinggi, percaya kepada sesama rekan mahasiswa, pada almamater, memberikan penghargaan kepada masyarakat yang dikunjungi serta bahan-bahan yang diberikannya kepada rakyat. Tidak menggurui rakyat tetapi mengajak rakyat bekerja bersama membangun budaya baru yang diyakini bakal mampu mendukung hidup damai dalam keadaan yang sangat gawat dewasa ini.

Selanjutnya diajaknya para dosen pembimbing dan mahasiswa KKN untuk mengembangkan peta jalan atau Road Map bagaimana proses pengembangan budaya baru akan harus didukung melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta bagaimana dukungan komunitas dan komitmen para pemimpin, formal dan informal bisa dikembangkan agar seluruh proses berjalan mulus.

Kegiatan komunikasi tidak sebebas dulu lagi, “sangat terbuka” dan diikuti masyarakat luas, tetapi diubah menjadi ajakan partisipasi yang ikhlas dari semua komponen, bahkan dari semua individu sehingga para penegak hukum tidak diperkenankan melakukan tindakan yang bersifat istruktif atau “melukai hati rakyat” karena semua pihak diharapkan bergabung menjadi mitra terpercaya. Tidak satupun boleh di sakiti hatinya sehingga menghindar dari partisipasi.

Uraian Prof. Dr. Haryono Suyono yang didasarkan pada latar belakang Ilmu yang luas serta pengalaman puluhan tahun menangani gerakan KB yang berhasil, pengentasan kemiskinan yang menakjubkan selama tahun 1990-an, serta upaya membangun kelompok Posdaya dengan puluhan ribu Posdaya yang berlanjut pada Upaya Pengentasan Kemiskinan melalui Dana Desa sudah cukup membuktikan bahwa partisipasi yang ikhlas dari masyarakat luas dengan komitmen para pemimpin dan penggunaan Peta Jalan dan konsisten kerja keras yang akrab, diserta dengan penghargaan yang tulus kepada teman sekerja dan permohonan segala kemudahan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti kita kan berhasil membangun budaya baru dengan norma baru guna mengatasi Musibah Covid-19.

Universitas Batanghari bisa menjadi contoh yang luar biasa kalau KKN di Muara Bungo tersebut menghasilkan Desa yang Berbudaya Baru dengan Norma Barunya, tidak ada satu warga yang tidak memakai Masker, bekerja dari rumah, halaman rumahnya penuh Kebun Bergizi, anak-anak muda mahir memakai sistem Zoom atau sistem IT lain belajar dengan disiplin tinggi dan siap bekerja membangun keluarga dan bangsanya.

Selamat bekerja membangun budaya dan norma baru yang dinamis, meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga dan bangsa kita tercinta. Aamiin.  @red (Prof. Haryono Suyono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *