Indonesia Dorong Komitmen Bersama Sektor Ekonomi Kopi Global yang Inklusif

Indonesia Dorong Komitmen Bersama Sektor Ekonomi Kopi Global yang Inklusif

Sindikat Post, Surabaya – Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO) periode 2019/2020, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo berhasil mendorong disepakatinya keberlanjutan ekonomi bagi sektor kopi global yang inklusif dan berketahanan secara prinsip berkomunikasi (komunike prinsipil).

Dalam pidato pembukaan, Iman Pambagyo menyampaikan, pencapaian sektor kopi yang  berkelanjutan dan berdaya saing menjadi prioritas ICO. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan kerja sama dan peran aktif antara sektor pemerintah dan sektor swasta kopi global.

Iman mengajak seluruh negara anggota ICO, yang  juga merupakan bagian dari komunitas kopi global, untuk mendukung pelaksanaan tugas ICO mewujudkan sektor kopi yang berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan.

Tidak hanya untuk menjamin peningkatan konsumsi kopi global, namun juga kesejahteraan hidup dari 25 juta petani kopi di seluruh dunia.

Saat ini, ketua Indonesia di ICO dihadapkan pada berbagai tantangan besar, yaitu krisis harga kopi, krisis keuangan organisasi, dan krisis ekonomi global akibat pandemi COVID-19.

“Untuk itu, ICO berhasil menyepakati pembentukan Gugus Tugas Sektor  Pemerintah dan Swasta  (Coffee Public-Private Task),” ujar Iman dalam rilisnya melalui Kepala Biro Humas Kemendag RI Ari Satria, Selasa (15/09/2020)

CPPTF merupakan forum multi-stakeholder pertama di bawah ICO yang berfungsi untuk memberikan  rekomendasi aksi kepada ICO (sektor pemerintah) dan Forum CEO dan Pemimpin Kopi Global (CEO and Global Leaders Forum/CGLF) (sektor industri). Caranya, dengan  membentuk aksi bersama dan peta jalan untuk mencapai sektor kopi yang berkelanjutan.

Menurut Iman, gugus tugas yang dibentuk ICO di tengah  berbagai krisis yang dihadapi sektor kopi global menjadi solusi terbaik untuk menyatukan suara dari berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui gugus tugas ini, ICO tidak hanya mendorong peran dan tanggung jawab negara dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor kopi global, tapi juga melibatkan industri, organisasi internasional, dan bahkan petani,” imbuh Iman.

Selain itu, lanjut Iman, gugus tugas juga menjadi forum bagi ICO untuk mendorong mobilisasi sumber daya dari industri kopi global sebagai bentuk peran dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis kopi yang  terjadi.

“Indonesia yakin, inisiatif pembentukan gugus tugas akan menjadikan ICO sebagai organisasi yang modern dan dinamis dalam memberikan solusi nyata untuk menjawab berbagai tantangan dan krisis sektor kopi global,” jelas Iman. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *