Hakim Meninggal Akibat Covid 19, PN Surabaya Segera Lakukan Swab Terhadap ASN

Hakim Meninggal Akibat Covid 19, PN Surabaya Segera Lakukan Swab Terhadap ASN

Sindikat Post, Surabaya – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya anggota AKAHI, Moch. Arifin, S.H., M.H., meninggal dunia pada usia 56 tahun di salah satu rumah sakit di Semarang akibat terpapar virus Covid 19, Rabu (16/9/2020) sekira pukul 00.45 Wib.

Almarhum baru bertugas di PN Surabaya sekitar 3 bulan yang lalu, beliau pindahan dari PN Jakarta Barat. Almarhum mengambil cuti karena Istri yang bersangkutan sakit di Semarang, dan pada tanggal 7 September 2020 lalu telah meninggal dunia dan diduga meninggal karena terpapar virus Covid 19.

Almarhum meninggalkan 4 orang anak yang masih duduk dibangku pendidikan, dan saat ini juga sedang di isolasi di Semarang.

“Akibat meninggalnya almarhum maka seluruh perkara yang ditangani oleh almarhum akan segera digantikan oleh tim majelis yang akan ditunjuk oleh Ketua PN,” ungkap Humas PN Surabaya, Martin Ginting. Rabu (16/9/2020).

Martin Ginting menjelaskan bahwa Ketua PN Surabaya mengintruksikan via humas agar segera dilakukan swab bagi seluruh ASN PN Surabaya. Dan menghimbau petugas PN Surabaya memperketat protokol kesehatan bagi para pencari keadilan atau pengguna jasa pengadilan.

“Bagi yang tidak pakai masker tidak diijinkan masuk area PN Surabaya,” tutur Marti Ginting.

Martin Ginting menambahkan, Pelayanan PN Surabaya akan tetap berjalan namun telah di himbau ke bagian scurity agar membatasi jumlah orang yang boleh masuk ke PN Surabaya.

“Hanya aparat keamanan, para jaksa, para pengacara, wartawan yang boleh masuk ke areal PN Surabaya, dan pihak-pihak yang tidak urgent keperluannya maka di larang masuk,” ungkap Martin Ginting.

Pihak PN Surabaya berharap kepada gugus tugas Covid 19 supaya melakukan tracking di area PN Surabaya untuk mencegah adanya cluster Covid 19 di tempat kerja. Jika dari hasil swab nanti banyak yang terpapar maka Ketua Pengadilan Negeri Surabaya  segera melaporkan kepada KPT JATIM untuk membuat kebijakan yang tepat memutus mata rantai virus Covid 19 di PN Surabaya.

“Kita berharap hasil swab nanti tidak ada ASN PN Surabaya yang terpapar, dan pelayanan tetap berjalan sambil menunggu hasil swab,” tutur Martin Ginting.

Ketua Pengadilan Negeri, Dr. Joni, S.H., M.H., melalui humas PN Surabaya,  menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersatupadu mencegah penyebaran virus, agar bencana ini cepat berlalu dari tanah air.

“Harus ada disiplin yang tinggi dan kemauan bersama dari rakyat untuk mengatasi virus corona, tanpa dukungan masyarakat maka pemerintah tidak akan dapat maksimal,” pesan Ketua PN Surabaya.

“Kita disiplin menjaga jarak dan pakai masker, bahkan mulai dua hari ini Pemda dan aparat pengadilan, serta kejaksaan sudah mulai melaksanakan operasi yustisi, menghukum para pelanggar protokol kesehatan dengan melaksanakan sidang lapangan menegakkan perda pelanggar protokol kesehatan,” pungkas Joni melalui humas PN Surabaya, Martin Ginting. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *