Desa Gunungsari Kembangkan Kampung Edukatif di Pemalang

Desa Gunungsari Kembangkan Kampung Edukatif di Pemalang

Sindikat Post, Pemalang – Gedhe Nusantara dari Kementerian Desa PDTT menceritakan bahwa suatu Desa dapat menempuh beragam cara mengembangkan potensi desa supaya mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan warga, tidak terkecuali Desa Gunungsari. Desa di lereng Gunung Slamet itu mengembangkan inovasi kampung edukatif.

Desa Gunungsari yang berada di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Di kampung edukatif, publik dapat mengakses beragam pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri. Kampung Edukasi dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Nagari Desa Gunungsari.

Ada sejumlah program andalan yang ditawarkan di Kampung Edukatif, seperti pelatihan bahasa Jawa, pengolahan kopi, ternak ayam, pandai besi, dan ilmu komunikasi.

Layaknya desa di lereng pegunungan, kopi menjadi komoditas unggulan pertanian di Desa Gunungsari. Tidak heran, kopi dari Desa Gunungsari sangat terkenal di Kabupaten Pemalang. Bermodal pengetahuan dan pengalaman itu, Kampung Edukatif merancang paket pelatihan kopi yang dapat diakses oleh publik.

Selain itu, Desa Gunungsari memiliki studio siaran radio Persada FM, tepatnya di Dukuh Krajan. Radio Persada FM menjadi laboratorium bagi kaum muda untuk melatih komunikasi dan menyebarkan informasi.

Dalam keadaan banyak tinggal di rumah Kampung ini bisa juga mengembangkan Kebun Bergizi di halaman rumah, memproduksi sayuran, unggas, kolam ikan serta kerajinan yang bahan bakunya berasal dari tanaman yang di tanam di kebun di sekitar rumah. Karena itu produk yang biasanya tidak banyak yang mengerjakan, karena anak-anak juga tinggal di rumah, bisa menjadi pekerjaan rumah yang mengasyikkan dan hidup makin bervariasi.

Keberadaaan Kampung Edukatif diharapkan bisa memberikan banyak kontribusi bagi peningkatan sumber daya manusia di dunia perdesaan, terutama untuk para pelajar. Selain itu, Kampung Edukatif menjadi media promosi beragam potensi Desa Gunungsari supaya semakin dikenal masyarakat luas. @red (Prof. Haryono Suyono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *