Ketua RT, Simon Wattilah Jalankan Sensus Penduduk Offline Dukung Program Satu Data Indonesia

Ketua RT, Simon Wattilah Jalankan Sensus Penduduk Offline Dukung Program Satu Data Indonesia

Sindikat Post, Jakarta – Pasca-berakhirnya sensus penduduk online (SP 2020) beberapa waktu lalu, Ketua RT.07, RW.006 Cipayung, Jakarta Timur melakukan sensus penduduk offline dengan cara jemput bola mendatangi rumah warga. Sensus offline ini diselenggarakan selama 15 hari, mulai 1 September hingga 15 September 2020.

Ketua RT.07 RW.006 Cipayung, Jakarta Timur, Simon Wattilah menyampaikan pentingnya sensus penduduk tahun 2020.

“Pelaksanaan sensus ini sangat penting untuk mencapai keakuratan data kependudukan diwilayah saya,” ungkapnya.

Simon Wattilah mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan serentak secara nasional ini guna mendukung program satu data Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, dia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu risau jika kedatangan tim sensus penduduk offline ini.

“Dalam melaksanakan tugasnya, saya beserta pengurus Dawis akan selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan lainya,” imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, petugas akan melakukan dua metode sensus, yaitu konfirmasi dan verifikasi. Petugas sebelumnya akan melakukan konfirmasi kepada warganya terkait data-data keluarga. Kemudian memastikan bahwa yang tercatat memang betul-betul yang tercantum pada Kartu Keluarga (KK) dan beberapa data penunjang lainnya.

“Sementara itu, bagi warga kami yang telah melakukan sensus penduduk secara online, akan tetap dilakukan konfirmasi dan verifikasi untuk memastikan bahwa data yang ada benar-benar akurat. Hal ini dilakukan guna memastikan sejumlah data yang rawan keliru, seperti alamat, umur, dan semacamnya,” tambahnya.

“Bagi yang telah melakukan sensus penduduk online, akan tetap kami lakukan survei. Namun prosesnya akan jauh lebih cepat daripada yang belum melakukan sensus penduduk secara online,” ungkap Simon

Melalui kegiatan ini, Simon selaku ketua RT berharap sensus penduduk 2020 ini dapat berjalan lancar sehingga mampu dapatkan data yang akurat.

“Kami berharap selama 15 hari ke depan proses sensus penduduk dapat berjalan lancar sehingga mampu hasilkan data kependudukan yang benar-benar akurat. Pasalnya, hal ini akan sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan-kebijkan pemerintah ke depannya,” pungkas Simon Wattilah. @surya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *