Mencintai Buku Bacaan Bermanfaat untuk Membangun Bangsa

Mencintai Buku Bacaan Bermanfaat untuk Membangun Bangsa

Sindikat Post, Jakarta – Para senior aktifis dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum PB PWRI, didampingi beberapa pengurus dan aktifis pensiunan lain, Dr. M. Soedarmadi, Dr. Mazwar Nurdin, Dr. Mulyono Dani Prawiro, Drs. Rudi Lubis dari Yayasan Anugerah, Ibu Haryati dari PT Taspen Life, bersama para pejabat BKKBN dari Pusat Informasi dan Perpustakaan mewakili rekan-rekan pekerja di lapangan, memerlukan datang untuk silarurahmi dengan Kepala Perpustakaan Nasionan Drs. M. Sjarif Bando, MM di kantornya. Jumat (8/8/2020).

Seperti layaknya sahabat lama, Bapak Sjarif Bando menerima kedatangan tamunya dengan sangat akrab, di meja besar siap minuman dan kue yang selama satu setengah jam berbincang tidak sempat tersentuh karena pembicaraan yang akrab dan sangat menarik.

Kunjungan kali ini sebagai pejuang literasi yang ingin agar masyarakat Indonesia lebih banyak membaca untuk mengejar ketertinggalan dari mayarakat maju lainnya. Pembicaraan menjadi sangat menarik karena berbarengan kunjungan Ketua DPRD dan anggota dari dua kabupaten di Sumatera yang sangat antusias memperjuangkan Perpustakaan di desa kedua Kabupaten.

Rombongan menjadi sangat barbahagia karena anggota DPRD yang berbeda-beda afiliasi partai politik pendukungnya dengan antusiasme tinggi berjuang dan mengutarakan keinginannya agar di kabupaten mereka di didirikan perpustakaan dan dikembangkan minat baca yang lebih bergairah.

Padahal kabupaten mereka kaya raya dengan perkebunan, tetapi anak-anak muda anggota DPRD tersebut rupanya tidak puas hanya memiliki perkebunan yang hasilnya melimpah di jual mentah ke luar negeri. Mereka menginginkan agar rakyat dari kabupatennya terbuka minatnya untuk belajar lebih tekun dan luas agar hasil perkebunan itu tidak mentah-mentah di jual ke luar negeri, tetapi diolah sehingga menjadi bahan baku industri dan menghasilkan produk industri dengan haga jual yang lebih tinggi, sehingga masyarakat mendapat keuntungan lebih besar. Dan keluarga dari dua kabupaten itu lebih sejahtera dan anak-anak masa depan dari kabupaten yang kaya tanaman perkebunan itu menjadi lebih modern dan sejahtera karena memiliki kemampuan dan kebanggaan mengolah hasil bumi dari tanah airnya menjadi produk modern yang mengangkat derajat dan martabat anak cucunya.

Sebagai Ketua Umum PWRI, sekaligus sebagai Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT, Prof. Dr. Haryono Suyono ingin melanjutkan pembicaraan dan kesepakatan di masa lalu agar Perpustakaan Desa bisa makin berperan sebagai sumber ilmu pengetahuan, dan ketrampilan masyarakat desa dan keluarganya yang akhir-akhir ini dengan adanya dana desa yang dilimpahkan ke desa secara langsung oleh pemerintah dan makin majunya masyarakat desa bisa mendapatkan sumber ilmu dari Perpustakaan Desa, baik dalam bentuk buku yang tersedia lengkap di ratusan Perpustakaan Desa yang terbentuk, atau dalam bentuk materi digital yang makin bisa dijangkau di desa.

Lebih dari itu di kandung maksud, setelah pembicaraan sebelumnya dengan Kepala BKKBN Dr. dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) memadukan Pusat Informasi yang dimiliki BKKBN di semua Kecamatan menjadi sumber informasi digital tingkat kecamatan yang bisa membantu Perpustakaan Desa dengan materi yang lebih lengkap karena bisa diakses melalui internet.

Sekaligus dibahas peran penting para pensiunan yang jumlahnya jutaan, banyak tinggal di desa, usianya bertambah panjang, yang dewasa ini cenderung sangat potensial karena kesehatan yang makin baik, berperan sebagai “guru rakyat” di tingkat desa dan kecamatan, menggerakkan minat literasi masyarakat dengan budaya membaca dan mengambil dari ribuan bacaan itu, bahan-bahan yang dapat mengajar rakyat desa membangun Usaha Kecil, usaha mikro, kegiatan inovasi nengolah atau menyulap daerah yang masih perawan menjadi jaringan obyek wisata desa  yang menarik, atau mengolah bahan baku lokal menjadi bahan produk Usaha Kecil yang kalau dikumpul dari hampir 75.000 desa di Indonesia bisa menjadi kekuatan industri maha besar atau daerah wisata yang tidak ada bandingannya untuk mendongkrak kemakmuran, dan kesejahteraan keluarga yang tersebar luas di seluruh Nusantara.

Serangan Virus Corona “menghancurkan banyak industri besar”, seperti halnya angin besar yang merobohkan pohon-pohon rindang, tetapi tidak bisa merobohkan “rumput-rumput kecil” yang tetap tangguh di pedesaan yang hidup tegar dengan semangat gotong royong yang luar biasa.

Kepala Perpustakaan Nasional menyambut baik gagasan Ketua Umum PWRI yang juga telah dibawakan kepada Kepala BKKBN sehingga sebelum tanggal 17 Agustus beliau siap menanda tangani suatu MOU tindak lanjut dengan bergandengan tangan dengan jutaan pensiunan Pegawai Negeri, dan Pegawai BUMN sebagai guru desa, pendamping dan pengawal  masyarakat dan keluarga desa meningkatkan kemampuan literasi dan pengguasaan bahan yang melimpah dari perpustakaan dan buku-bukunya sebagai sumber inspirasi dan referensi pembangunan desa dan masyarakatnya, mengawal dan memperkuat upaya pemerintah membangun desa dan masyarakat desa dengan gegap gempita menuju desa mandiri dan mayarakat serta keluarga yang bahagia dan sejahtera. Semoga. @red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *