Budiyanto, Anggota Komisi 1 DPRD Kab.Bekasi Mempertanyakan Aset Negara Tanah Situ Cibeureum

Budiyanto, Anggota Komisi 1 DPRD Kab.Bekasi Mempertanyakan Aset Negara Tanah Situ Cibeureum

Sindikat Post, Bekasi – Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Budiyanto mempertanyakan Aset Negara Tanah Situ Cibeureum yang berlokasi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya menurut Dokumen Perda No.12 Tahun 2011, tentang rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bekasi, Pasal 17 poin X, bahwa luas Situ Cibeureum 45 Hektar.

Dan menurutnya Peta Proyek Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan dan Konservasi Sumber Daya Alam PUPR Pusat Tahun 2013, Situ Cibeureum seluas 40 Hektar. Menurut Dokumen Hasil Kajian Badan Litbang Kabupaten Bekasi, Tahun 2018 luasan Situ Cibeureum 29 Hektar.

Berbeda lagi menurut Kasi Pengelolaan Situ BBWS CC Cawang pada saat kunjungan lapangan ke Situ Cibeureum pada Selasa 28 Juli 2020, luas asli Situ Cibeureum berdasarkan data tercatat dalam Dokumen PUPR Pusat Dirjen SDA seluas 40 Hektar dan saat pengukuran di Tahun 2012 seluas 23,37 Hektar dan telah dilaksanakan rehabilitasi pada Tahun 2009, 2015 – 2017 oleh OP- Operasional Pemeliharaan berupa pengerukan dan perbaikan pintu air oleh BBWS CC di Tahun 2015, dan luasan Situ Cibeureum menjadi 24,37 Hektar.

Sedangkan hasil kunjungan terbaru ke balai desa Lambangsari pada Rabu 29 Juli 2020, menurut dinas PUPR- Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Jawa Barat membawa KIB A, bahwa di Situ Cibeureum merupakan aset Jawa Barat dengan luas 15 Hektar.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi melalui Dinas PUPR Kabupaten Bekasi harus segera berkoordinasi dan memastikan mempertemukan semua pihak terkait kasusnya BPN Bekasi, BPN Jawa Barat, PUPR Pusat melalui pengelolanya BBWS CC Cawang, PUPR- SDA Jawa Barat, Kecamatan Tambun Selatan, Pemerintahan Desa Lambangsari dan Desa Lambangjaya, serta Pengembang Pengelola Grand Wisata harus turun ke lapangan untuk menunjukan batas kepemilikan dan langsung pengukuran untuk memastikan luas sebenarnya Situ Cibeureum. Agar masyarakat bisa memanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa Lambangsari dan Desa Lambangjaya di wilayah Tambun Selatan,” ucap Budiyanto, Minggu (2/8/2020)

Sementara ada tanah pengembang swasta yang menguasai lahan seputaran Situ Cibeureum berdasarkan Surat Sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN Bekasi Tahun 1995, dengan 2 (dua) bidang saja seluas 18 Hektar dan disinyalir masih ada beberapa bidang Sertifikat lainnya atas nama pengembang tersebut.

“Dijual belikan atau penyerobotan tidak bertanggung jawab,” tanyanya.

Selamatkan Situ Cibeureum, Lestarikan Ekosistem dan Kembangkan Destinasi Pariwisata Situ Cibeureum untuk masyarakat Kabupaten Bekasi. @ surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *