Uang Tidak Bisa Diambil di Koperasi, Nasabah Minta Bantuan ke LPKNI Kota Surabaya

Uang Tidak Bisa Diambil di Koperasi, Nasabah Minta Bantuan ke LPKNI Kota Surabaya

Sindikat Post, Surabaya – Koperasi Sejahtera Bersama cabang Surabaya 1 alamat Commercial Center (SCC) Blok A 12 jalan Kali Rungkut, Kelurahan Kali Rungkut, Kecamatan Kali Rungkut Surabaya diduga mempersulit nasabahnya untuk mengambil uangnya. Hal itu dialami nasabahnya bernama H.M. Rejeki.

Keluhan itu disampaikan H.M. Rejeki kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) kota Surabaya, bahwa uangnya di koperasi sebesar Rp 10.600.000, tidak bisa diambil.

Setelah wakil ketua LPKNI kota Surabaya, Marjuni melakukan konfirmasi ke pihak koperasi dan di temui pimpinan cabang pinjaman Surabaya 1, yakni bernama Edi. Dan mempertanyakan Kenapa nasabah mau ambil uang sendiri tidka bisa.

Dalam kesempatan itu Edi menjawab terkait keterlambatan pengembalian uang nasabah di sebabkan dampak Covid 19.

Sujak Ismail selaku Pengawas dari LPKNI menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Juli 2020, H.M. Rejeki memberikan kuasa kepada LPKNI Surabaya.

“Tertanggal 22 Juli 2020, LPKNI Surabaya melayangkan Somasi dan di terima oleh Edi. Pada hari Sabtu (25/7/2020) dari pihak Edi menghubungi H.M. Rejeki dan mengatakan  bahwa uang sudah disiapkan di koperasi jam 09.00 WIB,” ungkapnya.

“Setelah kami datang ke kantor (KSB) (27/7/2020), ternyata saudara Edi tidak ada di kantor, kami di temui oleh kepala teller bernama Fara. Edi menitipkan uang Rp 3.000.000, sebagai uang talangan, namun pihak LPKNI tidak menerima di karenakan tidak sesuai dengan penyampaian saudara Edi. Sesuai Tabungan harian koperasi Indonesia atas nama H.M Rejeki No. Rekening: 027-10-01409 senilai Rp 10.600.000. dan hari Selasa (28/7/2020) LPKNI mengirimkan Somasi Ke 2,” ungkap Suja Ismail.

Suja Ismail juga menjelaskan bahwa LPKNI kota Surabaya membantu H.M. Rejeki sesuai dengan undang undang yang berlaku.

“Kita berjalan sesuai dengan Undang Undang no 17 tahun 2012 tentang perkoperasian. Dan Undang Undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen,” ungkap Suja Ismail.

Awak media akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait terhadap permasalahan [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *