Diduga Tipu Puluhan Milyar, Polda Jatim Tangkap Oknum Notaris Devi Chrisnawati

Diduga Tipu Puluhan Milyar, Polda Jatim Tangkap Oknum Notaris Devi Chrisnawati

Sindikat Post, Surabaya –  Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim telah menahan Devi Chrisnawati alias DC (53), seorang wanita oknum Notaris, yang berdomisili di Dukuh Pakis Surabaya, Kamis (23/7/2020).

Oknum Notaris DC ini ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim terkait dugaan penipuan belasan korban, mengakibatkan korbannya mengalami kerugian sebesar Rp 65 miliar lebih.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan, bahwa pihak jajaran Ditreskrimum Polda Jatim telah mengungkap terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan yang telah dilakukan oknum Notaris DC terhadap belasan korbannya (Klien).

“Polda Jawa Timur, melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim berhasil melakukan pengungkapan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah satu oknum Notaris, adapun perbuatannya itu dilakukan di luar kapasitasnya sebagai Notaris,” ujar Trunoyudo.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra A. Ratulangie, S.I.K., M.M., menjelaskan, bahwa dengan terungkapnya kasus tipu-tipu gelap itu berawal dari adanya laporan para korban yang telah di laporkan kepada Polisi, sejak bulan Januari 2020 hingga sekarang ini.

“Dari data laporan yang masuk di kami total ada 15 laporan polisi, maka kami coba hitung-hitung semua. Total kerugian tersebut terhitung sudah mencapai Rp 65.450.000.000, dan mungkin bisa bertambah lagi, kami masih terus mengembangkan kasus ini,” kata Pitra.

Pitra menambahkan, dari jumlah dan kerugian yang ditanggung korban kemungkinan besar jelas akan bertambah. Sebab, modus yang dijalankan pelaku oknum Notaris DC selama ini aksinya beragam cara untuk menggaet korbannya.

Diantaranya dengan cara bujuk rayu manis dan memberikan angin surga menggiurkan bagi korban.
Dengan keuntungan 3,5 sampai 6 persen dalam setiap transaksi yang bernilai miliaran rupiah, berupa pembiayaan atau talangan terhadap offering letter kepada Bank yang ditunjuknya dan didapat ternyata “Offering Letter” yang di tawarkan itu Fiktif adanya.

“Ternyata bukan itu saja, tetapi ada modus lain yang ditawarkan oleh pelaku, yaitu menawarkan diri turut menjualkan rumah yang senilai Rp.3 Milyar. Alhasilnya, setelah sertifikat rumah pemilik diserahkan, sertifikat itu diagunkan ke Bank, tanpa sepengetahuan oleh pemilik sertifikat tersebut,” tambah Pitra.

“Setelah dananya cair, tetapi dana tersebut tidak diberikan kepada pemilik rumah. Akan tetapi dana itu dipakai atau dipergunakan untuk yang lain, dan saat ini kami masih mengembangkan, maka tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” ungkap Pitra.

“Saya minta dan berharap masyarakat agar berhati-hati, jangan mudah tergiur angin surga, dengan janji-janji yang muluk dan mendapat keuntungan yang sangat besar,” tuturnya.

Dari hasil penangkapan tersangka, polisi telah berhasil mengamankan barang bukti, yakni Cek, Giro, Surat Perjanjian dan Buku Rekening.

Atas perbuatan tersangka, dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KHUP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. @bertus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *