Kubu HMP Cegah dan Hentikan Acara Munaslub Partai Berkarya di Hotel Grand Kemang

Kubu HMP Cegah dan Hentikan Acara Munaslub Partai Berkarya di Hotel Grand Kemang

Sindikat Post, Jakarta – Kegiatan rencana Munaslub yang digelar oleh Presidium Penyelamat Partai Berkarya (Kelompok Muchdi PR dan Badaruddin A Picung) di Hotel Grand Kemang, Mampang Prapatan Jakarta Selatan yang dihadiri kurang lebih 200 orang di cegah dan diminta untuk dihentikan oleh sekelompok orang yang berjumlah kurang lebih 40 orang yang mengaku dari Angkatan Muda Partai Berkarya dipimpin langsung William.

Takut terjadi adanya gesekan, Kapolsek Mampang, Kasat Intel Res Jakarta Selatan bersama Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Metro Jaya melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak dan meminta kepada dua belah pihak untuk menjaga situasi yang kondusif. Dengan adanya massa tersebut, panitia Munaslub meninggalkan tempat kegiatan untuk kembali ke kamar masing-masing.

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (HMP) bersama dengan Sekjen Partai Berkarya dan pengurus lainnya tiba di Grand Kemang sekitar pukul 09.45 WIB langsung menuju ruang tempat Munaslub.

Hutomo Mandala Putra (HMP) selaku ketua umum Partai Berkarya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dir Intelkam Polda Metro Jaya bahwa Polri melakukan tugas pengamanan, mencegah terjadinya keributan sesama kader partai dan menyatakan akan memanggil semua pengurus partai yang akan melaksanakan Munaslub termasuk Michdi PR.

“DPP Partai Berkarya mengucapkan terimakasih kepada kader Berkarya dari AMPB yang telah gigih dan berani, sehingga bisa menjaga kehormatan Partai Berkarya. Tapi kita belum selesai dan kita pastikan mereka harus keluar dari Hotel ini, jaga terus kebaikan dan citra partai khususnya di Jakarta ini,” pinta Ketua Umum Parta Berkarya Hutomo Mandala Putra. Sabtu (11/7/2020)

Masih lanjut HMP, Kemarin sesuai Rapimnas mendukung penuh secara Aklamasi dan kita perbaiki semangat juang dari kader AMPB, Jawara dan LBH untuk merapatkan barisan terus menerus agar jika ada halangan kita bisa menghadapinya.

Dir Intelkam Hirbak Wahyu Setiawan menyampaikan bahwa dari pihak kepolisian tidak ikut campur ke dalam masalah internal partai.

“Kami tidak menginginkan adanya gesekan oleh rekan-rekan dari Partai Berkarya, dan kami hanya menengahi selaku dari pihak kepolisian,” terangnya.

Kuasa Hukum Partai Berkarya Andi Faisal dalam Konpers mengatakan, Ketua Umum kami mengambil tindakan yang tegas untuk membubarkan Munaslub. Karena itu hal yang inkonstitusional, ini adalah perbedaan pendapat dari kelompok yang akan melaksanakan Munaslub.

“Semoga kedepannya Partai Berkarya akan lebih baik dan kami anjurkan untuk menjaga ketertiban, kami juga menuntut peserta yang telah datang dalam Munaslub ini untuk membatalkan serta tidak melakukan Munaslub. Hal ini sesuai dengan marwah partai untuk menegakan AD ART,” ungkapnya.

Surat keputusan pemecatan sudah diterbitkan terhadap kelompok yang melaksanakan Munaslub tanpa dasar yang sah.

“Pelaksanaan Munaslub ini sebenarnya adalah kekecewaan atas sebagian kader atas kondisi partai, namun hal tersebut merupakan kewenangan dari Partai Berkarya yang sah,” jelasnya.

Pihak Hotel Grand Kemang membuat surat pernyataan yang isinya Munaslub Partai Berkarya tidak jadi dilaksanakan atau batal atas keputusan Partai Berkarya yang ditandatangani oleh Manager Hotel Grand Kemang. @surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *