Kaper BKKBN Jatim: Harganas Mengingatkan Kita Arti Penting Sebuah Keluarga

Kaper BKKBN Jatim: Harganas Mengingatkan Kita Arti Penting Sebuah Keluarga

Sindikat Post, Surabaya – Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., hadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020 di Kepanjen, Malang. Rabu (2/7/2020).

Hadir dalam acara antara lain, Bupati Malang beserta ibu, Wakil Bupati Malang beserta ibu, Forum Pimpinan Daerah Kab. Malang (Sekda, Ka DPRD, Dandim, Kapolres, Kejari, Pengadilan Negeri), para asisten di lingkungan Setda Kab Malang, Kepala Dinas PPKB Kab Malang beserta jajarannya, Para Kepala OPD, TP PKK Kab Bandung Malang beserta jajarannya,  Camat, Pimpinan Puskesmas, Para Petugas Lapangan KB (PLKB), Penyuluh KB (PKB), PPKBD,   Tokoh masyarakat/Tokoh Agama, dan Mitra kerja BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN provinsi Jawa Timur kesempatan itu menjelaskan sejarah lahirnya Hari Keluarga Nasional.

“Sebagaimana diketahui, tanggal 29 Juni kita peringati sebagai Hari Keluarga Nasional sejak tahun 1993. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional, maka tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional. Penetapan tanggal 29 Juni, sebagai Hari Keluarga, didasarkan atas sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, yang melakukan perjuangan yang gigih, sampai pada 22 Juni 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan  bangsa  Indonesia secara  utuh, seminggu kemudian tepatnya tanggal 29 Juni 1949 para pejuang kembali kepada keluarganya,” ungkap pak Teguh, Rabu (2/7/2020).

“Namun sesungguhnya, peringatan Harganas ini merupakan bagian tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang pelaksanaan Program KB di Indonesia sejak tahun 1970 , yang saat ini genap 50 tahun, dan saat ini kita kenal dengan sebutan program Bangga Kencana,” tambah pak Teguh.

Pak Teguh juga menjelaskan maksud diperingati Harganas, “Harganas yang diperingati setiap tahun, dimaksudkan untuk mengingatkan kepada kita semua Bangsa Indonesia tentang arti penting sebuah keluarga. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat merupakan wahana yang pertama dan utama dalam membangun generasi yang berkualitas melalui Asah Asih dan Asuh,” ungkapnya.

“Peringatan Harganas tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita memaklumi bersama bahwa tahun ini kita sedang prihatin karena dihadapkan oleh Pandemi Covid 19, yang menuntut kita semua untuk bergotong royong dalam menjaga anggota keluarga kita agar tidak terpapar oleh Covid 19,” ungkap pak Teguh.

“Sesuai dengan Kebijakan Nasional Bidang Dalduk KB 2020-2024, bahwa program Bangga Kencana, diarahkan untuk “Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing, dan Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan”. Dua agenda tersebut, merupakan bagian dari 7 Agenda prioritas Pembangunan Nasional 2020-2024. Kebijakan nasional tersebut sebagai upaya untuk menyongsong terwujudnya Bonus Demografi 2020-2030 dan Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Pak Teguh juga menjelaskan bahwa Jawa Timur masih perlu mengendalikan fertilitas. Sesuai dengan hasil SKAP 2019, TFR Jawa Timur sebesar 2,22 dan tahun 2018 sebesar 2,28. Hal tersebut karena didukung pemakaian kontrasepsi modern yang cukup tinggi yaitu mencapai 60,48% dan 22,21% nya adalah MKJP. Adapun berdasarkan Susenas 2018, TFR sebesar 1,98 dan CPR sebesar 76,17% (catatan Kab Pamekasan: TFR 1,90 dan CPR 73,96%). Meskipun secara demografis, Jawa Timur (TFR Kab Malang 2,15), Cukup berhasil dalam mengendalikan kelahiran, namun tidak berarti bahwa program KB selesai.

“Pengendalian kelahiran tersebut penting, untuk memelihara Kesehatan Ibu dan Anak, memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Jadi, pengendalian kelahiran tidak semata-mata dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk. Bahkan dari berbagai studi menunjukan bahwa Fertilitas berhubungan erat IPM (Negara-negara yang memiliki IPM tinggi, pada umumnya memiliki TFR Rendah). Oleh karena itu, seiring dengan percepatan Pembangunan Daerah, maka prgram Bangga Kencana perlu mendapat perhatian yang serius, termasuk juga kelembagaan KB-nya,” tambahnya.

Terkait Kampung KB pak Teguh mengatakan, “Sejak tahun 2016, pemerintah mencanangkan Kampung KB sebagai sebuah program percepatan peningkatan kesejahteraan keluarga yang berada di wilayah tersertentu kategori miskin, kumuh, padat penduduk, tertinggal dan terpencil melalui pendekatan social, ekonomi dan lingkungan. Saat ini jumlah Kampung KB terlaporkan sebanyak 1.424 Desa/kelurahan yang telah membentuk Kampung KB (laporan online Desember, 2019). Tersebar di 38 Kabupaten/Kota dan bahkan mendapat pembiayaan dari APBD II. Ditengah-tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid 19, maka kami mohon agar keberadaan Kampung KB di Jawa Timur dioptimalkan menjadi Kampung KB Tanggap Covid19 (Kampung KB Tangguh).”

Kaper BKKBN Provinsi Jatim menjelaskan prioritas perhatian BKKBN Jawa Timur, “Kasus Stunting juga harus menjadi perhatian bersama, karena merupakan bagian dari pembangunan manusia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018, prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jatim mencapai 32,81 persen. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8 persen. Populasi Stunting Kab Malang 27,3%. Penguatan program Bangga Kencana menjadi sangat strategis dalam upaya pecegahan stunting, mulai dari program Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan Keluarga, dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga,” ungkapnya.

“Tahun 2020, BKKBN masih menyiapkan dukungan sebagai berikut, Alokon/Hibah. DAK (DAK Fisik Rp. 36,176 M dan BOKB 192,37 M). Kab Malang: DAK Fisik 926,482,000,- dan  BOKB 4,137,938,000,- Pendampingan dari APBN (MoU) Tenaga Penyuluh KB.

Pak Teguh dalam kesempatan itu berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian dan dukungan dalam penyelenggaraan pembangunan bidang Pengendalian Penduduk dan KB.

“Kami optimis, keberhasilan program KKBPK Jawa Timur akan terpelihara dengan baik, karena saat ini Jawa Timur memiliki asset yang luar biasa, yaitu para pimpinan daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap program KB. Semoga Harganas ke-27 Tahun ini mampu meningkatkan komitmen dalam pelaksanaan program Bangga Kencana sampai dengan lini lapangan, dan mampu menggugah kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga sebagai ujung tombak perwujudan kesejahteraan masyarakat,” pungkas pak Teguh. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *