KPI, “Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa”

KPI, “Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa”

Sindikat Post, Surabaya – Kegiatan Literasi Media yang menjadi program unggulan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di tahun 2020 dalam bentuk Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa,  terus berlangsung dengan modifikasi format kegiatan dan disesuaikan protokol kesehatan Covid-19.

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah (kiri atas) saat kegiatan literasi perdana secara daring yang diadakan 18 Juni lalu dengan tema  “Dinamika Penyiaran di Era Kenormalan Baru”. 

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah, mengatakan, program literasi media tetap digelar KPI, dengan inisiatif melakukan perubahan format kegiatan dari tatap muka secara langsung menjadi tatap muka secara daring.

Hal ini dipilih KPI untuk tetap menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat agar senantiasa kritis dan cerdas dalam bermedia, khususnya media penyiaran. Tetapi di sisi lain, KPI Pusat akan tetap menyelenggarakan kegiatan literasi tatap muka langsung, agar sekaligus dapat melakukan monitoring terhadap keberlangsungan lembaga penyiaran lokal dan stasiun jaringan di daerah.

Literasi selama pandemi, menurut Nuning, tetap menerapkan target peserta secara kewilayahan yang kemudian diperluas dengan peserta umum lintas wilayah. ”Untuk literasi daring perdana misalnya, KPI bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk menghadirkan peserta dari wilayah Solo dan sekitarnya, Namun tidak menutup kemungkinan peserta dari luar Surakarta pun ikut serta,”ujar Nuning, Selasa (23/6/2020).

Hal ini dilakukan untuk melakukan pengukuran hasil secara spesifik terhadap sebuah daerah. Serta mengukur paparan informasi yang disampaikan, juga perubahan pola kepemirsaan yang diperoleh setelah kegiatan literasi.

Selain menghadirkan Komisioner KPI Pusat sebagai pembicara, nara sumber lainnya adalah Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Al Masyhari, dan pembawa program televisi, Irfan Hakim. Dalam kesempatan tersebut, kata Nuning, masyarakat berkesempatan memberikan masukan terhadap untuk revisi Undang-Undang Penyiaran yang tengah menjadi bahasan di Komisi I. Selain tentu saja memberikan pendapat dan juga harapan tentang konten siaran saat ini, khususnya di kondisi new normal.

Nuning menegaskan, hadirnya program literasi media di tengah masyarakat ini merupakan komitmen KPI untuk senantiasa mengikutsertakan publik dalam setiap dinamika yang terjadi di dunia penyiaran. KPI akan menggelar literasi secara daring sebanyak 12 kali yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di kota-kota besar di Indonesia.

Dari data yang dimiliki KPI, perhatian publik terhadap konten televisi dan radio semakin besar. “Salah satu penyebabnya adalah selama pandemi terjadi peningkatan jumlah penonton televisi,” ujar Nuning.  Hal ini berbanding lurus dengan tuntutan masyarakat agar kualitas konten di televisi selalu terjaga.

Menanggapi kegiatan daring yang dilakukan KPI Pusat, Ketua KPID Jatim, Afif Amrullah menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh KPI melalui literasi daring merupakan bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat agar mampu mengoptimalkan media penyiaran bagi perkembangan positif kehidupan.

“Kegiatan literasi daring yang dilakukan KPI Pusat merupakan bagian dari upaya untuk mencerdaskan masyarakat agar dapat mengambil manfaat dari media dan tidak menjadi korban media. Seiring sejalan KPI Pusat bersama KPID di seluruh Indonesia melakukan literasi untuk masyarakat,” Papar Afif Amrullah di sela-sela koordinasi kelembagaan dengan  Korbid Kelembagaan KPID Jatim Eko Rinda Prasetyadi.

Pada bagian lain, Korbid Penindakan Pelanggaran Isi Siaran KPID Jatim, Immanuel Yosua, yang turut hadir dalam literasi via aplikasi zoom tersebut menyatakan apresiasinya terhadap acara yang dilakukan.Menurutnya apanyang dilakukan KPI Pusattersebut merupakan inovasi taktis di tengah kondisi yang ada.

“Acara literasi media yang dilakukan KPI Pusat dibawah koordinasi Bu Nuning sungguh inovatif. Sesuai dengan kebutuhan saat ini. Kami KPID Jatim sedang terus belajar baik dari KPI Pusat atau pihak lain untuk mengadakan acara serupa. Kami sudah mulai melakukan bimtek dan literasi melalui aplikasi daring namun masih dalam skala kecil, ” ungkap Yosua di sela-sela persiapan Literasi Media  yang dilakukan KPID Jatim melalui sarana daring untuk lembaga penyiaran di Ponorogo. @red (sti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *