Bincang Sore BKKBN Jawa Timur, Sukaryo Teguh Santoso dengan Arumi Bachsin

Bincang Sore BKKBN Jawa Timur, Sukaryo Teguh Santoso dengan Arumi Bachsin

Sindikat Post, Surabaya – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur gelar acara Bincang Sore bersama BKKBN dengan tema, “Tetap Bahagia Memperingati Hari Keluarga di Masa Transisi.” Selasa (23/6/2020) di studio JTV jalan Ahmad Yani Surabaya.

Acara Bincang Sore bersama BKKBN adalah salah satu serangkaian acara menjelang Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor pada tanggal 29 Juni 2020 untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020.

Hadir dua nara sumber dalam acara ini, yakni Arumi Bachsin Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, dan Drs Teguh Sukaryo, M.Pd., Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Dalam pembahasan, pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Provinsi Jawa Timur menjelaskan, Peringatan Harganas ada kegiatan sejuta akseptor.

“Kegiatan sejuta akseptor adalah kegiatan yang akan dilakukan menjelang puncak peringatan Hari Keluarga 29 Juni 2020. Sejuta akseptor itu adalah sebuah semangat bahwa dimasa pandemi kita berpikir positif, ada sebuah kerinduan keluarga mendapat pelayanan KB,” ungkap pak Teguh.

“Selama pandemi keluarga tidak bisa keluar rumah. Tidak sedikit pasangan subur tidak mendapat pelayanan KB. Jumlahnya itu hampir 414 ribu bulan April yang Drop Out KB. Makanya dikuatirkan lima bulan kedepan setelah pandemi, adanya kelahiran yang tidak diinginkan. Kita berupaya berkolaborasi dengan Penggerak PKK, dan mitra lainnya di Jawa Timur melakukan pelayanan KB secara serentak dengan tagline sejuta akseptor,” tambah pak Teguh.

Arumi Bachsin menjelaskan bahwa keluarga yang berencana itu sangat penting. “Pentingnya keluarga yang merencanakan. Berencana itu Keren. Pentingnya kita merubah mainset Tim penggerak PKK bekerjasama dengan Penyuluh KB. Yang kita rubah adalah bukan kita dikenal sebagai menjaga atau membatasi 2 anak saja. Tetapi kita memastikan bahwa Setiap keluarga di provinsi Jawa Timur dan seluruh Indonesia sudah memastikan rencananya. Karena memiliki anak itu satu hal, hamil itu satu hal, tetapi mengasuh dan lain-lain tanggungjawab seumur hidup. Jadi pastikan kita mempunyai rencananya,” ungkap Arumi.

“BKKBN dengan 8 fungsi keluarganya sangat masuk dengan cordnya kita ditim penggerak PKK mulai pokja satu sampai pokja empat. Mulai dari masalah lingkungan, cinta dan kasih, fungsi agama. Jadi orang tua didlam keluarga hadir bukan hanya untuk memberikan makan, minum. tetapi memberikan pendidikan, memberikan cinta dan kasih, karena itu haknya anak-anaknya,” tambah Arumi.

“Kita berencana dengan mengukur indikator 8 fungsi keluarga, jika saya punya anak apakah saya sudah siap. Jadi untuk usia muda, mainset sukses bukan hanya karir tetapi juga sukses buat keluarga,” pungkas Arumi.

Di akhir perbincangan, pak Teguh memberi pesan kepada keluarga di Jawa Timur. “Prioritas adalah jaga diri dan keluarga dengan mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang sudah KB menggunakan metode kontrasepsi yang sudah merasa nyaman, jangan putus pakai KB. Kalau mau hamil upayakan tunda dulu, sampai dengan pandemi selesai. Dan kalau pingin punya anak direncanakan dengan baik,” ungkapnya.

“Dan bagi keluarga untuk mendapat pelayanan seputar keluarga bisa akses di situs BKKBN Jatim www.siapbahagi.com disana bisa ditanyakan apa saja Terkiat remaja, keluarga yang mempunyai balita dan lainnya. Didalam pelayanan itu ada tenaga profesional antara lain dokter, spikoloq. Dan kami harapkan di peringatan Harganas kita semua tetap bahagia,” pungkas pak Teguh.  @red

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *