Destinasi Wisata Batu Layar Desa Sendoyan, Sambas Kalimantan Barat

Destinasi Wisata Batu Layar Desa Sendoyan, Sambas Kalimantan Barat

Sindikat Post, Sambas – Gedhe Nusantara melaporkan bahwa Pemerintah Desa Sendoyan, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mengembangkan potensi wisata Batu Layar.

Batu Layar memiliki keunikan yang patut dikemas dan dipromosikan untuk dikembangkan menjadi alternatif destinasi wisata di Kabupaten Sambas.

Di kawasan Batu Layar ada sejumlah jenis bentuk batu unik yang muncul di permukaan tanah dan menyerupai sesuatu. Sesuai dengan namanya, Batu Layar atau batu seperti layar kalap berkembang.

Kemudian Batu Ular Sawak atau piton yang menyerupai ular, Batu Kapal, Batu Lorong, Batu Pasong, Batu Batok, Gua Kelawar, dan lainnya. Selain batu, ada Bukit Penyupan yang tak kalah mempesona.

Di bukit tersebut pengunjung disuguhkan hutan dengan aneka pohon-pohon dan pemandangannya. Sensasi selusur bukit akan membawa pengunjung pentingnya menjaga hutan untuk kehidupan kita.

Pemerintah Desa Sendoyan berkomitmen untuk memajukan desa dengan berbagai inovasi dan dukungan anggaran setiap tahun. Apalagi masyarakat di sini sangat antusias, kompak, semangat dan mau mengembangkan potensi daerahnya.

Untuk pengelolaan wisata, Pemerintah Desa Sendoyan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokdarwis beranggotakan warga masyarakat dari Dusun Batu Layar. Pokdarwis tengah menyiapkan wahana outbond sebagai titik awal pengembangan destinasi lainnya.

Dalam pengembangan outbond yang dilakukan secara bertahap akan dibuat seperti Flying Fox, Jembatan Tali, Kids Army, Panahan, Paint Ball, Camping Area, Trecking and Hiking, Foto Both dan lainnya.

Meski berangkat dari nol, Pokdarwis Batu Layar terus belajar serta menggali potensi-potensi wilayah yang akan dikembangkan. Selain potensi wisata, Batu Layar merupakan sentra lada di Kabupaten Sambas. Hampir setiap penduduknya menanam komoditas lada.

Masyarakat sudah mulai berinovasi membuat produk turunan, namun masih memerlukan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak untuk peningkatan mutu dan jaminan kesehatan.

Pendekatan inovasi dan kreativitas yang dilakukan di desa terbukti membawa dampak positif bagi perbaikan tata kelola desa. Hal itu menjadi wujud dari Gerakan Desa Membangun untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. @red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *