Belajar Merdeka digulirkan Srikandi Posdaya dari Malang

Belajar Merdeka digulirkan Srikandi Posdaya dari Malang

Sindikat Post, Malang – Kuliah Perdana dari kegiatan Belajar Merdeka melalui sistem Virtual pada ”Universitas Desa” dibuka di Malang oleh Prof. Dr. Mufidah MAg, Guru Besar Sosiologi Hukum UIN Malik Ibrahim di Malang dihadiri oleh para pendiri dan pengurus. 

Kegiatan belajar merdeka itu seperti dianjurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mas Nadiem Makarim dan dilakukan oleh para relawan Penggerak Pembangunan Desa dan Masyarakat Desa.

Kesempatan itu, pembawa acara mengajak seluruh peserta berdoa untuk Ibu Astuty Haryono yang di masa lalu aktif mengiringi Pelatihan Posdaya, yang meninggalkan kita dengan tenang pada tanggal 7 Juni 2020 lalu. 

Kuliah Perdana pada pagi hari ini diberikan oleh Prof. Dr. Haryono Suyono MA, Guru Besar Universitas Airlangga, seorang ahli Perubahan Sosial yang sebagai Kepala BKKBN berhasil mengembangkan budaya baru keluarga Indonesia dengan jumlah anak sedikit dan berkualitas, serta bersama Ketua Bappenas di bawah kepemimpinan Presiden RI HM Soeharto berhasil melaksanakan Upaya Pengentasan Kemiskinan sehingga tingkat kemiskinan menurun dari sekitar 30 persen di tahun 1993/94 menjadi 11 persen di tahun 1997 yang karena itu menghasilkan Penghargaan PBB untuk Indonesia pada tahun 1997. P

Pada acara kuliah pagi tadi Prof. Dr. Haryono Suyono didampingi Drs. Rudi Lubis, Sekretaris Yayasan Anugerah yang membantu mengoperasikan PPT mengiringi kuliah yang mengesankan.

Kuliah Perdana itu berjudul “Belajar Merdeka” dengan Materi yang menyoroti upaya Pemberdayaan Keluarga melalui KKN yang didukung pengembangan lembaga Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang mengandalkan upaya gotong royong antara keluarga mampu membantu keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I dengan dukungan yang ikhlas dari seluruh kekuatan pembangunan di semua tingkatan, disertai komitmen politik tinggi dari seluruh jajaran Pimpinan tingkat Pusat sampai desa secara sungguh-sungguh, ikhlas dan berkelanjutan dengan arahan mengikuti suatu “Road Map” menggunakan indikator yang bersifat mutable atau bisa diubah oleh setiap sasaran secara mandiri karena motivasi untuk berhasil dalam pemberdayaan berkelanjutan yang dibangun dengan dukungan yang ikhlas.

Prof. Dr. Mufidah berhasil mengajak peserta Kuliah Perdana hari ini dari peserta yang umumnya dosen, Ketua LPPM dari berbagai UIN atau IAIN dari seluruh Indonesia dan mahasiswa relawan yang di masa lalu giat dalam upaya pemberdayaan keluarga berbasis Masjid yang merupakan bagian dari sekitar 4500 Perguruan Tinggi yang giat melakukan KKN ke desa-desa, utamanya penggiat Posdaya berbasis Masjid dari Aceh sampai Ternate.

Jumlah peserta hari ini sengaja dibatasi pada jumlah 100 peserta sesuai batas maksimum sistem Zoom. Kuliah Perdana itu di-link juga melalui “sistem You Tube” sehingga yang tidak kebagian jatah dari sistem Zoom dapat mengikuti kuliah itu dari “sistem You Tube yang disiarkan live” atau “Sistem Media Sosial” lain, suatu kemajuan tehnologi informasi yang dewasa ini bukan barang baru dan dapat diikuti secara tekun dari seluruh Indonesia.

Kuliah Mandiri Desa dimulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib di awali dengan menyinggung theori perubahan sosial yang aplikasinya di Indonesia di terapkan dengan berhasil pada pengembangan program KB, yang targetnya dipercepat sepuluh tahun dengan penurunan tingkat kelahiran separuh kondisi tahun 1997.

Pada tahun 1990, pembudayaan norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera yang menghasilkan berbagai penghargaan dunia termasuk penghargaan PBB untuk Presiden RI HM Soeharto pada tahun 1989. 

Ditekankan juga pengalaman penggunaan Theori Perubahan Sosial yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia dengan Pimpinan dan Dukungan yang kredibel dan kuat serta penggunaan “indikator operasional yang mutable” sehingga setiap peserta sekaligus menjadi “pelaksana” sehingga setiap saat bisa ikut aktif mengembangkan perubahan sesuai dinamika perkembangan tahapan penerimaan suatu norma baru secara sistematis yang akhirnya menghasilkan berbagai penghargaan. 

Program itu juga menghasilkan Hadiah Nobel bagi seorang peneliti dari Bangladesh yang menyoroti perkembangan usaha intervensi kemiskinan di Indonesia yang menurun sampai ke tingkat 11 persen pada tahun 1997 dibandingkan angka kemiskinan yang berkisar pada tingkat 30 persen pada tahun 1993-1994. Upaya itu juga menghasilkan penghargaan PBB untuk Indonesia pada tahun 1997.

Acara Kuliah Perdana itu ditutup dengan tanya jawab yang marak dari para peserta serta diakhiri oleh pembawa acara yang mengajak para peserta untuk mengikuti “kuliah Penyegaran Posdaya” guna memperingati Hari Keluarga Nasional pada tanggal 29 Juni 2020 mendatang. Suatu acara besutan Srikandi Posdaya Prof. Dr. Mufidah MAg dan kawan-kawannya dari Malang yang sangat berhasil serta seluruh sahabat-sahabatnya dari Sabang sampai Ternate. Selamat untuk relawan yang gigih dan peduli kepada keluarga Indonesia. Alhamdulillah. @red (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *